SHIBUYA
Baik di Jepang maupun di Indonesia, nama suatu tempat pasti memiliki sejarah legenda dan artinya.
Katakanlah Shibuya misalnya..nama dari 23 kecamatan di dalam kota metropolitan Tokyo ini merupakan
wakil jantung kota di samping Shinjuku. Shibuya cukup dikenal karena terdapat Kuil Meiji Jingu dan
Taman Yoyogi. Sekitar stasiun Shibuya merupakan titik penghubung transportasi dengan kecamatan lainnya.
Namun, sebenarnya ada makna imej lain bagi Shibuya ini.
Orang Jepang biasanya memandang tempat itu dengan melihat huruf kanjinya. Shibuya terdiri dari dua huruf
kanji (Shibui+YA/tani) yang berarti lembah yang dalam. Shibuya dulunya merupakan sebuah lembah yang menggenang.
Tak hanya air, roh jahat juga ikut berkumpul di lembah ini. Bukti lain ditandai dengan hadirnya tikus-tikus
got yang merusak dan menggigit kabel-kabel listrik. Jika hujan lebat, kemungkinan besar daerah ini terendam
banjir. Dengan demikian, Shibuya sebenarnya kurang digemari sebagai tempat tinggal hunian yang layak.
Orang Jepang dalam memilih dan menentukan tempat tinggal cukup berpikir bijak. Karena mereka tak mau menanggung
risiko, seperti adanya gangguan mahluk halus, tertimpa musibah, nasib tak mujur. Sebelum pindah atau menentukan
tempat tinggal tak sedikit di antara mereka yang berunding dengan orang bisa. Percaya atau tidak, itu semua berkaitan
dengan ilmu arah dan prediksi masa depan.
Contoh lain adalah kota tradisional Jepang, yaitu Kyoto. Konon banyak roh jahat yang mendiami dan berkuasa di sana.
Manusia yang punya indera keenam, biasanya akan langsung merasakan suasana dan membaca suatu tempat dengan melihat
lingkungan sekitarnya. Apakah memiliki kesan redup, gelap, terang, sepi, atau ramai...
http://www.city.shibuya.tokyo.jp/shibuya/profile/history.html
-emhas-
ADA KALANYA NEGATIF
Kesan dan imej terhadap orang dan negara Jepang biasanya terdengar hal-hal yang positif atau yang baik-baiknya saja. Namun, ternyata ada pula hal-hal yang negatifnya. Di antaranya:
1. Sukar untuk beradaptasi (butuh waktu)
2. Dingin: tidak mau peduli terhadap orang lain, biasanya dalam lingkungan atau tempat umum yang kebanyakan orang tak dikenal berkumpul. Dalam masyarakat Jepang, tegur sapa dengan orang lain yang tak dikenal adalah hal yang tidak biasa. Umumnya mereka saling diam dan tidak mengganggu sama lain seperti yang dijumpai di dalam kereta. Hal ini bagi orang Jepang sangatlah senang dan tak usah cape-cape mempedulikan orang lain di sekitarnya.
3. Takut:
4. Lambat: Sewaktu kereta tiba, orang Jepang biasanya tidak langsung cepat naik dan duduk di dalam kereta (lain halnya dengan yang mengejar kereta). Para penumpang yang antre biasanya tidak cepat naik dan turun dari kereta. Mereka tampak lambat dan bingung dalam menentukan tempat duduk. Begitu pula sebaliknya, mereka yang akan turun lama sekali. Saya merasa bahwa orang Jepang sangat berhati-hati sekali dan takut akan bahaya dalam menggunakan fasilitas umum.
5. Pelit: Di samping kesan kaya atau berduit, orang Jepang juga bisa dianggap pelit/perhitungan. Hal ini dsebabkan oleh rasa menghargai atas hasil kerja keras orang lain yang begitu tinggi. Bukti lain adalah dalam uang kembali waktu berbelanja, berapapa pun nilainya (1 yen sekalipun) pasti dikembalikan. Tidak mau mengeluarkan uang atau mentraktir sembarangan adalah hal yang wajar.
6. Malu
NEGARA YANG KURANG POPULER BAGI ORANG JEPANG
Menurut data informasi yang didapat dari dinas pariwisata Jepang, negara yang paling diminati oleh orang Jepang adalah:
1. Amerika
2. China
3. Korea
4. Thailand
5. Jerman
Namun negeri yang paling tidak diminati adalah NAURU. Menurut acara yang disiarkan Nihon Terebi Minggu 24 Juni 2007, negeri sebenarnya negeri terkaya dengan penghasilan tambang batu kaolin (fosil tahi burung). Negeri ini tercipta dari tumpukan tahi burung, dengan luas sebanding dengan luas wilayah kecamatan SHINAGAWA (Tokyo). Selama 30 tahun negeri ini mengeruk tambang membuat pendapatan masyarakatnya bertambah. Biaya perawatan dan pendidikan pun digratiskan. Namun semenjak habisnya sumber daya alam itu, negeri itu diambang kemelaratan. Bahkan terancam tenggelam karena pemanasan global. Kondisi penduduknya sekarang memprihatinkan. Penderita diabtes atau kencing gula dan kegemukan adalah paling banyak. Penyebabnya tentulah 90% adalah penganggur, karena tidak ada yang mesti dikerjakan. Setiap hari pemandangan orang yang lantung-lantung, jalan-jalan, bersantai-santai banyak dijumpai. Suhu rata-rata negeri ini adalah 32 derajat dengan kelembaban 80%.