日本とインドネシア★知ろう人☆
Amebaでブログを始めよう!
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 最初次のページへ >>

PERTAMA DI JEPANG! ROBOT OTOMATIS PEMBUAT RAMEN

PERTAMA DI JEPANG! ROBOT OTOMATIS PEMBUAT RAMEN

Tidak hanya di pabrik, tetapi juga di rumah robot berperan sebagai alat pembersih rumah, bahkan sebagai pengganti binatang peliharaan. Zaman sekarang, robot di Jepang telah berperan menggantikan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan manusia.

Di sebuah restoran ramen di Nagoya misalnya, baru-baru ini menggunakan jasa robot pembuat ramen secara otomatis.

Dua buah robot tipe lengan, dengan luwesnya membuat ramen di depan pengunjung. Tidak hanya itu, kedua robot ramen tersebut dapat memutar-mutar piring, bercakap-cakap, berkelakar, bahkan juga bertengkar. Jiwa pelayanannya tidak tanggung-tanggung! Mereka menghibur para pembeli dengan mempertunjukkan kebolehannya hingga pembuatan ramen selesai.

Namun, mengapa sampai dibuatnya robot pembuat ramen tersebut?

"Pada mulanya, kami ini perusahaan pembuat mesin. Khususnya bergerak dalam permesinan pembuat kendaraan. Tetapi, karena pengaruh kondisi ekonomi yang sedang lesu sekarang ini, maka dari itu teknologi yang kami miliki kenapa tidak diterapkan dalam bentuk lain?!", ujar pemilik restoran itu.

"Kami mengkreasikan sendiri mesin yang bergerak dan bekerja di pabrik mobil. Dari awal membangun hingga jadinya, kira-kira memakan waktu setengah tahun lebih.
Meracik sup, merebus mie, meniriskannya, hingga membubuhkan (topping) dan menghidangkan ramen tersebut dilakukan dengan cekatan. Kira-kira 1 menit 45 detik satu mangkuk ramen dibuat". Namun, yang menjadi pikiran adalah masalah "rasa" nya. Apakah semua ramen yang dibuat robot-robot itu benar-benar enak? "Yang membuat ramen di depan pembeli adalah robot, tetapi yang membuat kuah dan rasanya yang khas adalah manusia, dan itu dilakukan terus setiap hari dengan meminta kerja sama tangan profesional. Ramen di tiap-tiap daerah di Jepang memiliki cita rasa dan bentuk tersendiri. Kalau di Indonesia, ada baso malang, ada juga baso surabaya. Ramen Nagahama yang terkenal dari daerah Kyushu misalnya, bentuk mienya tipis dan supnya dari rebusan tulang babi. Perlu diketahui, staff hall/pelayannya adalah manusia, dan rasanya pun selalu diperhatikan. Pertama-tama, menu asli di restoran tersebut adalah "Famen" seharga 700 yen, "Negi Famen", "Cha Famen", dll. yang seluruhnya ada 4 macam. Kemudian, yang menyenangkan adalah kekenyalan atau kekerasan mienya juga bisa dipilih dari empat macam. Tentu saja yang membuat kekerasan mie tersebut adalah robot dan cukup canggih.

Arti kata "Fa" pada kata famen itu sendiri adalah singkatan dari Factory Automation (FA). Adapun, nama perusahaan pembuat mesin robot adalah Aisei. Kedua robot itu diberi nama "R2B1" (kepala toko), dan "R2B2" (wakil).

Tidak hanya mempertunjukkan atraksi robot, restoran Famen ini juga sangat jeli dan ketat soal rasa agar dikenal oleh para pengunjung. Pada musim panas ini tampaknya mereka berdua akan menggoncang warga Nagoya. Lalu, terdengarlah celotehan yang terlontar dari mulut sang robot tersebut seperti "Chashu ikimasu!", "Iccho agari!" sambil bergerak cepat.

Keterangan:

Ramen=Chinese noodles in soup

Chashu (char siu)=Chinese-style barbecued pork

Ikimasu=pergi, siap, mulai (go ready)

Iccho=satu porsi

Agari=jadi, tersaji

Sumber:

Penulis dan alih bahasa oleh: Mohammad Hasan


日本初!ロボットが作る“全自動ラーメン屋”登場


工場だけでなく、掃除やペットにいたるまで、今やなんでも“ロボット”が肩代わりしてくれる時代だが、なんと名古屋市にロボットがつくる“全自動のラーメン屋”がオープンしたという。
店の名前は「名古屋総本家 ふぁ~めん」(名古屋市中区)。2台のアーム型ロボットが客前で、手際よくラーメンを作ってくれるという、世にも珍しいラーメン屋だ。しかも、この“ラーメンロボット”、皿を回したり、2台(人?)でケンカしたり、セリフと動きで漫談をしてくれたりと、サービス精神もハンパではない! ラーメンが出来上がるまで、楽しいパフォーマンスでお客さんを楽しませてくれるというから、ますます驚き。
でも、“ロボット”がラーメンを作ることになったのは、一体なぜ…?
「元々、私たちは機械メーカーなんです。主に自動車製造の機械に携わっているのですが、景気の影響もあり、もっと自分たちの技術を他に活かせないかと思ったのがきっかけなんですよ」とは、同店のオーナー。「自動車工場などで活躍する機械を、独自に改造しました。開発から立上げまで、半年以上かかりました。スープを調合し、麺を茹で、湯きりし、さらにトッピングまでスムーズに行い、約1分45秒で、1杯が完成します」
とはいえ気になるのは、やはりその“味”。ロボットが作る“全自動ラーメン”って、本当においしいの?
「お客様の前で作るのはロボットなんですが、スープは、その道のプロに協力してもらい、ウチ独自の味を、人が毎日作っていますよ。九州の長浜ラーメンを意識したラーメンで、とんこつの細めんですね」(同オーナー)
ちなみに、ラーメンを作る以外のホールスタッフなどは、すべて“人”が行っており、味にも接客にも手は抜かないという。
メニューは、オリジナルの「ふぁ~めん」(700円)をはじめ、「ねぎふぁ~めん」「チャーふぁ~めん」など全4種類。麺の固さも4種類から選べるのがうれしいところ。もちろん“ロボット”が作るので、絶妙な固さは精密だ。パフォーマンスだけでなく、味にもうるさい全自動ラーメン屋「名古屋総本家 ふぁ~めん」は、この夏、名古屋っ子の話題をさらいそうだ。 【東海ウォーカー】
「名古屋総本家 ふぁ~めん」(株式会社アイセイ)
住所:名古屋市中区大須3-14-43 第2アメ横ビル2F
営業時間:11:00~20:00

世にも珍しい、ロボットがつくる全自動のラーメン屋「名古屋総本家
 ふぁ~めん」(名古屋市中区)

紛失 KEHILANGAN

Sepulang dari kerja dompetku jatuh di jalan. Waktu itu aku mengenakan celana dengan saku belakang yang pendek, tak heran jika dompet menyembul sebagian keluar. Entah apa gerangan, yang jelas ini awal dari sebuah firasat atau peringatan. Seperti biasa, aku selalu tidur dalam kereta. Setelah tiba di stasiun terakhir dan turun, tiba-tiba aku sadar dan panik saat merogoh saku celana...dompetku hilang!! Secara spontan aku langsung melapor ke pegawai stasiun dan memeriksa kembali ke dalam kereta (tempat saya duduk). Namun tak mendapatkan,,aku yakin bahwa dompet itu dicuri oleh orang yang duduk di sebelah. Dengan lesu dan kecewa, akhirnya aku cepat-cepat melapor ke pos polisi terdekat, dan menelepon ke bank dengan memberitahukan nama, alamat, tempat dan tanggal kejadian untuk memblokir semua kartu ATM. Perlu diketahui, sistem ATM di Jepang sudah diset otomatis jika tiga kali salah memasukkan nomor pin berturut-turut, kartu ATM tidak bisa dipakai. Saya sangat beruntung, karena layanan customer bank di Jepang nonstop 24 jam. Jadi, bisa langsung melapor dan memblokir kartu ATM kapan saja. Hari itu saya shock juga karena selama ini tidak pernah dan baru sekali saya kehilangan dompet. Sudah seminggu dompet itu menghilang dan tak ada kabar. Dugaan kuat mengatakan, dompet itu mungkin dicuri oleh orang China. Karena kartu telepon internasional dalam dompet (masih ada sisa pulsa), ternyata panduan bahasanya sudah diganti ke bahasa China. Semula saya set ke bahasa Jepang. Kemudian, saya minta libur sehari untuk mengurus dan membuat lagi kartu ATM baru ke bank. Dari kejadian ini saya menghimbau agar berhati-hati jika bepergian dengan kereta api atau transportasi umum. Usahakan agar tidak menyimpan dompet dalam celana. Biasanya orang Jepang yang menemukan dompet, HP, atau barang, selalu mengemballikan atau melapor ke polisi. Karena orang Jepang sudah dididik agar berbuat jujur dan tidak mencuri sejak kecil.

お葬式 UPACARA KEMATIAN

Saya baru pertama kali mengikuti upacara kematian Jepang atau lebih dikenal dengan OSOSHIKI. Tepatnya bulan Desember 2008, ketika itu bapak mertua saya sedang sakit keras (kangker) yang telah dideritanya setahun yang lalu. Sudah barang tentu bulan Desember adalah bulan yang paling sibuk bagi orang Jepang. Seperti melakukan bersih-bersih OSOJI, menulis kartu ucapan tahun baru (NENGAJO), mengadakan BONENKAI dan mempersiapkan tahun baru. Pertengahan bulan Desember merupakan masa genting-gentingnya bagi keluarga kami, tampaknya kami sudah pasrah seandainya Yang Maha Kuasa memanggil bapak kami. Kondisi kesehatannya yang semakin memburuk membuat kami was-was. Persiapan untuk mengadakan upacara kematian dimulai, dari sewa tempat, memanggil biksu, undangan sanak saudara dan kerabat, sampai persiapan upacara. Pada hari Jumat malam pukul 19:30, 19 Desember ayah kami telah berpulang. Isteri saya mengontak lewat email ketika selesai kerja. Sebelumnya anak kami seolah-olah tampaknya telah lebih dulu tahu. Ia melambaikan tangannya sambil menghadap ke langit-langit kamar. Kami bergegas pergi pada hari Minggu untuk acara OTSUYA (dalam Islam disebut tahlilan), yakni berdoa dan tidur semalam bersama jenazah. Pada hari itu, semua yang hadir membawa uang bela sungkawa (KODEN) dengan berpakaian hitam-hitam tentunya. Pada hari pertama saya, ibu mertua, adik ipar dan isteri berdiri menyambut tamu yang datang dan berucap terima kasih sambil hormat menunduk (OJIGI). Acara selanjutnya adalah pembacaan doa bagi jenazah dipimpin oleh seorang biksu dari Yamagata. Pada hari kedua adalah upacara pelepasan jenazah menuju krematorium (tempat pembakaran mayat-KASOBA). Seperti biasa diadakan dulu pembacaan doa cerita riwayat almarhum sejenak sebellum jenazah di bawa ke krematorium. Kami ikut membawakan perlengkapan seperti foto, bunga, seperangkat nisan kayu Budha, dan guci untuk tulang jenazah yang saya bawa. Suasana haru dan tangis menyelimuti kami, namun berlalu cepat karena kami memang sudah shock duluan sejak bapak sakit. Suasana bergelimang sedih memuncak tatkala jenazah diusung ke krematorium. Sebelumnya kami menaruh bunga dan memaku peti jenazah bergiliran, tak ketinggalan seruling Jepang (SHAKUHACHI) ikut menemani di samping jenazah. Upacara berlangsung lancar dan khidmat. Sebenarnya kami sudah dua tahun berturut-turut berkabung (MOCHU), pertama adalah meninggalnya ayah kandung di Indonesia, juga karena sakit. Kami tidak berkirim kartu tahun baru, sebagai gantinya kami mengirim MOCHUHAGAKI (kartu ucapan duka cita).
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 最初次のページへ >>