PERTAMA DI JEPANG! ROBOT OTOMATIS PEMBUAT RAMEN
PERTAMA DI JEPANG! ROBOT OTOMATIS PEMBUAT RAMEN
Tidak hanya di pabrik, tetapi juga di rumah robot berperan sebagai alat pembersih rumah, bahkan sebagai pengganti binatang peliharaan. Zaman sekarang, robot di Jepang telah berperan menggantikan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan manusia.
Di sebuah restoran ramen di Nagoya misalnya, baru-baru ini menggunakan jasa robot pembuat ramen secara otomatis.
Dua buah robot tipe lengan, dengan luwesnya membuat ramen di depan pengunjung. Tidak hanya itu, kedua robot ramen tersebut dapat memutar-mutar piring, bercakap-cakap, berkelakar, bahkan juga bertengkar. Jiwa pelayanannya tidak tanggung-tanggung! Mereka menghibur para pembeli dengan mempertunjukkan kebolehannya hingga pembuatan ramen selesai.
Namun, mengapa sampai dibuatnya robot pembuat ramen tersebut?
"Pada mulanya, kami ini perusahaan pembuat mesin. Khususnya bergerak dalam permesinan pembuat kendaraan. Tetapi, karena pengaruh kondisi ekonomi yang sedang lesu sekarang ini, maka dari itu teknologi yang kami miliki kenapa tidak diterapkan dalam bentuk lain?!", ujar pemilik restoran itu.
"Kami mengkreasikan sendiri mesin yang bergerak dan bekerja di pabrik mobil. Dari awal membangun hingga jadinya, kira-kira memakan waktu setengah tahun lebih.
Meracik sup, merebus mie, meniriskannya, hingga membubuhkan (topping) dan menghidangkan ramen tersebut dilakukan dengan cekatan. Kira-kira 1 menit 45 detik satu mangkuk ramen dibuat". Namun, yang menjadi pikiran adalah masalah "rasa" nya. Apakah semua ramen yang dibuat robot-robot itu benar-benar enak? "Yang membuat ramen di depan pembeli adalah robot, tetapi yang membuat kuah dan rasanya yang khas adalah manusia, dan itu dilakukan terus setiap hari dengan meminta kerja sama tangan profesional. Ramen di tiap-tiap daerah di Jepang memiliki cita rasa dan bentuk tersendiri. Kalau di Indonesia, ada baso malang, ada juga baso surabaya. Ramen Nagahama yang terkenal dari daerah Kyushu misalnya, bentuk mienya tipis dan supnya dari rebusan tulang babi. Perlu diketahui, staff hall/pelayannya adalah manusia, dan rasanya pun selalu diperhatikan. Pertama-tama, menu asli di restoran tersebut adalah "Famen" seharga 700 yen, "Negi Famen", "Cha Famen", dll. yang seluruhnya ada 4 macam. Kemudian, yang menyenangkan adalah kekenyalan atau kekerasan mienya juga bisa dipilih dari empat macam. Tentu saja yang membuat kekerasan mie tersebut adalah robot dan cukup canggih.
Arti kata "Fa" pada kata famen itu sendiri adalah singkatan dari Factory Automation (FA). Adapun, nama perusahaan pembuat mesin robot adalah Aisei. Kedua robot itu diberi nama "R2B1" (kepala toko), dan "R2B2" (wakil).
Tidak hanya mempertunjukkan atraksi robot, restoran Famen ini juga sangat jeli dan ketat soal rasa agar dikenal oleh para pengunjung. Pada musim panas ini tampaknya mereka berdua akan menggoncang warga Nagoya. Lalu, terdengarlah celotehan yang terlontar dari mulut sang robot tersebut seperti "Chashu ikimasu!", "Iccho agari!" sambil bergerak cepat.
Keterangan:
Ramen=Chinese noodles in soup
Chashu (char siu)=Chinese-style barbecued pork
Ikimasu=pergi, siap, mulai (go ready)
Iccho=satu porsi
Agari=jadi, tersaji
Sumber:
日本初!ロボットが作る“全自動ラーメン屋”登場
住所:名古屋市中区大須3-14-43 第2アメ横ビル2F
営業時間:11:00~20:00

