日本とインドネシア★知ろう人☆ -3ページ目

TU WA GA PAT

Cara menghitung bilangan secara singkat orang Jepang dan orang Indonesia bedanya ada pada pengambilan suku kata bilangan dan urutan dari lipatan jari. TU WA GA PAT MA NAM JUH PAN LAN LUH sedangkan cara hitung Jepang HI FU MI YO ,,,dst

通り魔 SETAN LEWAT

Bagi anda yang baru tahu tentang adanya orang kalap di Jepang mungkin merasa aneh dan takut. Saya sendiri baru tahu istilah TORIMA setelah tiga tahun berada di Jepang. TORIMA yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesianya "setan lewat", memang cukup santer beritanya di Jepang belakangan ini. Dulu kejadiannya di peron stasiun kereta api, seorang yang sedang kalap mengacungkan pisaunya dan menyerang kepada penumpang siapa saja yang akan naik kereta atau turun dari kereta. Kasus orang kalap baru-baru ini juga terjadi di Ginza-Tokyo, seorang pemuda tanggung mencabut pisau yang dibelinya di toko 100yen dan menyerang sambil berlari-lari mengejar siapa saja yang lewat di jalan seputar pertokoan. Sebuah stasiun TV menayangkan dengan kamera detektor yang berhasil menangkap gambar sosok pelaku serta suaranya, 誰でもいいから、みんな消えてしまえ~Siapa saja pokoknya mati semua!, ujarnya, Tampak pejalan kaki berlari-lari ketakutan menyelamatkan diri, bahkan ada yang bawa anak sambil mendorong kereta bayi, Hanya beberapa orang saja yang terluka kena sabetan dan sebuah toko sempat digedornya karena tak berhasil masuk. Pemilik toko tersebut beruntung berhasil mencabut kabel listrik pintu otomatisnya dengan sigap sambil gemetar ketakutan. Diduga, orang kalap tersebut jiwanya sedikit terganggu akibat stress dengan hubungan interaksi manusia (人間関係).

Menurut pakar psikologi, pergantian musim cukup berpengaruh pada jiwa seseorang, terlebih bagi orang yang sedang mengalami gangguan jiwa, orang yang tak mampu mengendalikan emosi atau mengontrol diri. Penyebab terjadinya TORIMA lainnya adalah seperti masalah hubungan interaksi manusia, broken home, ataupun stress dengan hidup, Pergantian musim dingin ke musim semi, atau musim semi ke musim panas.
AKhir-akhir ini muncul kembali berita tentang TORIMA, seorang pemuda berusia 25 tahun yang dikenal pendiam dan baik-baik menjadi pelakunya. Ia telah melukai dan merenggut nyawa 7 orang sekaligus dengan sabetan dan tusukannya. Ia sengaja datang dari Shizuoka ke Akihabara-Tokyo untuk membunuh siapa saja yang ditemuinya di jalan. Pelaku memang merencanakan niatnya dengan mencatat di telepon genggamnya. Akihabara merupakan distrik di Tokyo yang terkenal akan pusat barang elektronik. Entah mengapa Akihabara menjadi tujuan utamanya. Yang mendorong perbuatan nekadnya adalah karena ia merasa benci akan kehidupan sekelilingnya. Kono yo no naka, iya ni natta...ujarnya.
Menyusul setelah beberapa selang, kejadian terulang lagi di Osaka, kali ini pelakunya seorang wanita berumur 38 tahun. Namun tidak menimbulkan banyak korban. Hanya 2-3 orang yang terkena tikamannya. Pelaku tidak mengakui perbuatannya, namun hasil pengamatan rekaman kamera detektor/bohan kamera memperlihatkan sosok pelaku yang sama dari semua kejadian.
http://www.iza.ne.jp/news/newsarticle/151425/

http://www.iza.ne.jp/news/newsarticle/event/crime/155473/

Dari semua kejadian TORIMA di atas, Jepang kini tidak bisa dikatakan aman 100 persen. Masih saja ancaman atau kriminalitas yang kadang terjadi. Katanya, mukashi wa mizu to anzen wa muryo (air dan keamanan itu gratis) di Jepang.


-emhas-

MOTTAINAI

070713_2057~01 Seorang kakek Jepang sedang memungut majalah atau koran yang sudah dibaca di tong sampah. Tidak hanya di Indonesia, di Jepang pun sama ada orang yang suka memungut barang bekas. Yang membedakan adalah kondisi dan kuallitas sampah itu sendiri. Majalah dan koran yang sudah lewat sehari dan selesai dibaca biasanya dibuang ke tong sampah yang tersedia di peron-peron stasiun kereta listrik. Sudah barang tentu kalau di Jepang itu sampah-sampah dibedakan menurut jenisnya. Dan orang Jepang sendiri sangat patuh terhadap peraturan membuang sampah. Bagi yang tidak mau mengeluarkan uang untuk membeli koran/majalah biasanya hanya cukup menunggu tong-tong sampah itu penuh pada jam-jam pulang kerja. Dengan tidak punya rasa gengsi, biasanya mereka langsung mengais majalah/koran bekas dibaca tersebut. Toh, kondisinya masih bersih dan layak dibaca. Mottainaiii...katanya!
『070713_2057~01』