HATI-HATI dengan “dukun” (aura-chakra healer) palsu penipu ini di Bali
Untuk anda yang berwisata di Ubud Bali, hati-hati dengan seorang penipu yg berpura2 sebagai seorang “dukun” (aura and chakra healer).
Berikut ini adalah sebuah kisah nyata yang dialami seorang wisatawan wanita dari Jepang (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia) :
Waktu itu saya sedang menikmati holiday saya di Ubud, dan tanpa sengaja bertemu dengan seorang pria yang panggil dirinya sendiri Jero. Dia menyapa saya di jalan, dan mengajak berbincang2. Kelihatannya begitu akrab, dan tak sangka ternyata dia juga bisa berbahasa Jepang yg lancar. Dirinya mengaku bahwa istrinya orang Jepang.
Ini photo si penipu “Jero” :
Modus dan cara dia untuk menipu korbannya sangat keji:
Pertama dia memperkenalkan dirinya sebagai “dukun” yg bisa “menyembuhkan” segala macam “kotoran” jiwa raga, atau yg disebut "healer". Biasanya target nya wisatawan wanita Jepang karena memang mereka bisa dibilang agak naif dan cepat percaya. Tapi ternyata dia juga banyak korban dari bermacam negara misalnya Kanada, Prancis, Jerman, san sebagainya.
Nah, setelah basa basi, dia akan memuji aura anda yang dia bilang sangat bagus dan special - ini dilontarkan untuk membuat anda senang dan membuat anda lebih membuka diri kepadanya.
Lalu dia akan menawarkan servis dia sebagai dukun, dan menyarankan membaca telapak tangan anda (palm reading) dengan biaya servis yang gratis. Anda boleh memberikan uang berapa saja sebagai sumbangan, katanya. Ini salah satu cara dia untuk memberikan kesan kalau uang tidak penting baginya.
Kemudian setelah pembacaan telapak tangan dimulai, mendadak dia akan mengatakan kalau anda ternyata banyak aura2 yg negatif yg harus di bersihkan (heal) dengan cara "membuka" chakra. Mendadak disini dia akan sebut harganya USD $400 untuk membuka chakra anda… loh tadi katanya sumbangan ! Selain itu, dia juga akan bilang bisa menunjukan langkah selanjutnya yaitu cara untuk menjaga aura dan chakra anda dengan tarif setinggi USD$ 300 !
Tidak puas dengan semua itu, penipu ini lalu bilang dia perlu pinjam uang dengan macam alasan untuk mendapatkan simpati anda misalnya: untuk ongkos hidup keluarga, untuk bayar pura (temple), tidak bisa tarik uang dari ATM karena ada batas perharian….pokoknya banyak macam alasan deh. Saya rasa dia juga pakai alasan yg lain2 ke masing2 korbannya.
Yang sudah jelas, penipu ini “pinjam” USD$350 dari saya, dan menghilang begitu saja. Saya diminta tunggu di hotel, karena dia akan antar uangnya ke hotel. Saya berjam2 tunggu di hotel, dan setiap kali saya telp, dia bilang…akan segera datang, 10 menit lagi. Akhirnya tidak datang dan dia mematikan HP nya.
Hati-Hati dengan penipu ini… Ingati benar2 wajah penipu ini dan kalau anda sampai disapa dengan dia di Bali, jangan percaya sama sekali, atau langsung laporkan ke polisi. Saya harap dengan berbagi cerita ini, anda bisa lebih was2, jangan percaya orang sangat mudah. Saya juga harap kalau cerita ini bisa di share ke teman2 dan keluarga anda.
Saya sedang dalam proses melaporkan penipu ini ke Bali Police dengan bantuan teman saya orang Indonesia.

