Smile
Pairing: liat aja tuh yang nongol..
Rating: 13 thn aja deh.. XD
Genre: Romantic n Drama.
Theme song: tadi pagi sih mikirinya dari Ohayou-nya HXH, tapi kemari2 jadi mikirin Smile-nya The Kiddie XDD
SMILE
(Sebuah FF ringan antara 2 manusia)
“Ohayou..” Sapa seorang gadis kepada temannnya.
“Ohayou!” balas seorang laki-laki berambut coklat.
“Ohayou.” Ucap seorang kepada laki-laki berambut coklat itu.
“Ohayou.. Shinji-kun..”
“Ohayou shin-“ sebelum dia melanjutkan bicaranya, pemuda itu pergi. “Selalu.”
Pernahkah
kau merasakan saat-saat orang yang kau sukai tak pernah nengok atau
menyapamu? Mengganggapmu batu, atau sampah? Padahal kau sendiri tak
pernah berbuat jahat kepadanya? Apa kesalahan aku? Terlalu agresif?
Tapi tak mungkin tak ada cewek yang agresif.. oke.. aku terlalu agresif
kepadanya. Bagiku dia adalah segalanya. Aku selalu memikirkannya,
memanggil namanya ketika aku merasa merindukannya, memandang fotonya,
apa itu salah? Tidak.. tapi apa yang salah? Diriku? Hanya itu yang tak
kumengerti.
Terus
menerus menatap orang yang kita sukai dari belakang. Entah udah berapa
kali ku sapa dia, tapi tak ada jawaban atas semua itu. Dia
mengganggapku apa? Aku mengerti.. aku bukan temannya, bukan
siapa-siapanya! Tapi jika bersama gadis lain dia merasa sangat akrab,
tercipta suatu hubungan yang tak pernah kudapatkan.. ya Tuhan.. apa
salahku?
Dengan
sedikit keberanian ku menatap tubuhnya, tapi aku terlalu lama
menatapnya dan ia menyadari akan hal itu. Gawat! Segera mungkin
kuberlari menghindarinya.
Hari-hari
terus begini.. sampai kapan aku akan kuat menanggung semua ini! Hei!
Aku tidak hamil loh! Dan dia bukan yang menghamili diriku! Aku hanya
memujanya.. mungkin diriku mirip seorang stalker daripada seorang
penggemar. Kerjaan ku hanya membututinya dari kejauhan.
“Shinji-san..
ohayou..” Ujar ku seramah mungkin, aku pun tersenyum semanis mungkin,
dan lagi-lagi dia tak menganggapku ada. Dia tetap dingin seperti
biasanya. Hatiku terasa sakit.. aku pun menangis.
Aku
merasa dia tak akan pernah membalas sapaanku. Hancur! Padahal dulu dia
sangat ramah.. dia selalu bertanya kepadaku ketika aku memulai
pembicaraan. Tapi sekarang? Tidak lagi.
Dia
bukan lagi orang yang kukenal, bukan lagi orang yang selalu
mensupportku, bukan lagi sahabat yang selalu memberikan senyum
terbaiknya untuk menghiburku, bukan lagi orang yang kukenal. Dia sangat
dingin! Dingin sekali! Kutatap langit yang mendung, sebentar lagi hujan.
“Tes.”
Hujan membasahi diriku, serta menghapuskan air mataku. Sudah berapa
banyak air mata yang kukeluarkan untuk cowok bego seperti dia? Aku
harus berubah! Harus!
“Ohayou!” sapa seorang kepadaku.
“Ohayou!”
balasku seramah mungkin. Ku menatap dia dari kejauhan. Dia berjalan
mendekat. Dia melewatiku tanpa suara. Emangnya dia saja yang bisa?! Aku
juga! Dengan langkah santai ku berjalan disampingnya, tanpa mengucapkan
satu kata pun kepada cowok-dingin-itu. Dia memandangku sebentar dan
wajahnya terlihat bingung. Aku mencuekinya.
Ternyata
hidupku yang sekarang lebih bahagia!tanpa harus memikirkan orang yang
selalu kupikirkan! Emangnya hanya dia yang dipikiranku? Tidak!
Kuberjalan
menuju koridor sekolah, seperti biasanya ketika istirahat dia berada
didepan kelasnya. Tapi kali ini sendirian. Aku berjalan ke arahnya, toh
aku gak punya perasaan lagi kepadanya. Sudah hampir 2 minggu aku tak
pernah menyapanya lagi.
“Kenapa
kau diam?” Ujarnya tiba-tiba. Aku membelokkan badanku dan menatapnya,
“Kenapa kau hanya diam?” dia berbicara kepada ku! Ah bodo! Kuacuhkan
saja dia.
“Kenapa
diam?” sejak saat itu ketika bertemu dengan ku dia hanya mengucapkan
kalimat itu. Aku tak pernah meresponnya lagi. Malas. Biarkan saja toh
aku kan gak penting lagi baginya.
“Kenapa
hanya diam, Reinne?” aku mengenal suara itu, “Kenapa sekarang kau hanya
diam saat berjumpa denganku?” aku tetap diam. Kuteruskan laju kakiku
tanpa memperdulikannya.
“Jawab!” Dia menarik tanganku kasar.
“Apa?!” Tatapku kepadanya.
“Kenapa kau diam?”
“Kenapa? Seharusnya kau tanya kedirimu sendiri! Kenapa aku diam!”
“Aku tak mengerti!”
“Bagaimana
cowok dingin dan angkuh seperti mu mengerti akan hal i-“ dia
menghentikan ucapanku, dia mencium bibirku. Dengan kasar kudorong dia
dan kuusap bibirku dengan telapak tanganku. “Dasar brengsek!”
Sejak
saat itu, dia tak pernah lagi menyapaku. Ahh berasa kembali ke titik
awal. Tanpa hasil. Fuhh.. dia tetap saja ramah dengan cewek lain! Dan
dingin kepadaku. Aku berjalan ke toilet wanita, tanpa sengaja aku
menemukan sosoknya dan tengah berbicara dengan seseorang.
“Tidak!
Tidak akan! Aku tak akan meninggalkannya! Apa? Diam kau brengsek! Eh
kata siapa? Aku akan melindunginya! Dia milikku! Senyumnya membuat
cerah duniaku! Sudah cukup!” dia menatap murka kepada 3 orang
didepannya.
“Kau tak akan bisa! Kau saja mengacuhkan dirinya terus menerus!” ujar cowok 1.
“Kau kalah!” Ujar cowok 2.
“Kita
sudah berjanjikan? Hei! Aku belum kalah! Lagian aku yakin dia akan
memilihku! Reinne akan jadi miliku! Dan aku menang! Kalau begitu kau
harus memberiku 10rb yen!
‘Ah? Dia taruhan?’
“Mana? Kau cuma membual bodoh!” Cowok 3 memukulnya, dia jatuh tersungkur.
“Ughh.. aku tak akan bohong! Cepat atau lambat dia pasti kembali padaku!”
‘Dia menganggapku lebih rendah dari sampah!’
“Reinne adalah milikku!”
“Sudah cukup!” kesabaranku meluap, ku keluar dari tembok dan menatapnya dengan tatapan hina.
“Reinne? Kau disini?” Ujarnya sok prihatin kepadaku.
“Wah.. ternyata kau disitu! Bagus deh! Kau sudah dengar kalau kami sengaja menjadikan mu taruhan! Tapi sayang cowok mu kalah!”
“Plakk” Sebuah tamparan mendarat di pemuda yang kalah taruhan tersebut.
“Kau menganggapku lebih hina! Belum puas kau membuatku sengsara?! Kau bajingan!”
“Reinne.. bukan gitu!” Dia mencoba mencegatku dan ia memelukku.
“Wao! Kau berani juga!” Ujar cowok 2.
“Lepaskan!” Aku mendorong tubuhnya.
“Never!” dengan sisa tenaganya dia memelukku kembali dan mencium bibirku.
“Waw..” ujar ke 3 cowok itu.
“Kau brengsek!” aku mendorongnya kasar, air mataku pun jatuh.
“Maaf..
selama ini telah mengacuhkan dirimu. Aku.. aku .. aku suka padamu..
tapi aku tak tau caranya agar meyakinkan dirimu. Mungkin dia itu yang
terbaik.”
“Plakk!” Tamparan kedua mendarat di pipinya.
“Suka?
Kau mencuekinku seakan aku ini gak berarti bagimu! Kau maunya apa?”
kubalikkan badanku dan menatap hina ke tiga cowok didepanku.
“Aku
suka padamu..” ia pun terjatuh, “aku suka melihat mu tersenyum padaku.
Aku suka saat kau menyapaku. Aku suka itu. Tapi.. ternyata aku telah
membohongi perasaan ini..”
“Kau?”
“Maafkan
aku.. aku tak tahu bagaimana mengungkapkan rasa cinta itu. Saat kau
berhenti menyapaku, aku merasa kau membenciku. Makanya ku tanya tapi
kau mencuekinku. Maaf..”
“Kau? Shinji?”
“Kuharap kau bisa memaafkan aku.. tapi aku benar-benar menyukaimu..”
“Kau?”
Air mataku jatuh. Tak kusangka kukira dia mebenciku ternyata
menyukaiku. Dia juga berbicara, “Aku akan selalu menghantui orang bila
kusangat menyukainya. Hihihi.. lucu sekali.. masih ada orang seperti
dia.. tapi sudahlah.. yang penting aku senang dia tak membenciku..
Shinji-san aishiteru..
Owari..
XDDDDDD gaje bgt!!
Sumpeh
yeh! Ni ff mirip bgt ma gue yang kerjaannya cuma bolak balik fbnya
aja.. XDD mungkin udah ada beberapa orang yang memata-matai diriku..
wkwkwkwkwkw… you make me crazy!
