End of War
Current Mood:
Akhirnya berakhir juga..
Tadi pagi sekitar jam 7 aku mendapatkan respon SMS dari SK, menanyaiku apakah aku masih mau CD-nya atau tidak. Ia bilang karena aku kemarin tak segera memberinya kabar, maka ia tak bisa bawa CD-nya ke kantor sehingga pengiriman CD-nya tak bisa diproses kemarin itu juga. Dia juga dengan tanpa merasa bersalah bilang padaku kalau 'orang yang memberikan no HP-ku itu' saja percaya padanya dan mau memberikan no HP-ku padanya.
Reaksiku saat membaca SMS darinya ini..
Huh ?? What The.. Kantor ?? Aku baru tahu info bahwa CD-nya masih sisa 1 itu sekitar jam 9 malam, dan juga aku baru mulai bicara dengan dia, pesan CD-nya itu jam 9 malam !!! Sekarang orang ini menyalahkanku karena 'terlambat bilang' ? 4 jam belum berlalu semenjak aku mulai pesan CD-nya ke dia dan dia sudah memperlakukanku seperti pembeli yang 'menggantungkan' nasibnya selama berhari-hari ?
Etika berjualan orang ini benar-benar parah.. Bukan begini caranya jualan..
Sangatlah tak etis apa yang ia lakukan ini, mengejar dan meminta data pribadi client/seller/pembeli tanpa seijin dari pembeli tersebut, Ia menganggap semua pembeli bisa dianggap dan diperlakukan seperti 'teman', Kalau cara jualannya seperti ini, lebih baik ia jualan saja ke keluarga atau teman-teman dekatnya.
Perlakukan client, pembeli dengan hormat, hargailah hak-hak mereka. Jangan seenaknya diperlakukan seolah-olah kita sudah dekat dengan client kita seperti ini.
Lalu tentang bagian 'orang yang memberikan no HP-ku' itu.. dimana SK bilang secara tak langsung bahwa karena 'orang yang memberikan no HP-ku' itu percaya padanya, seharusnya aku juga percaya pada SK.
Uh.. ok.. sepertinya dia harus mulai berhenti meng-generalisasi karakter tiap manusia.
Orang itu.. adalah orang itu..
Aku.. adalah aku..
Kita adalah 2 manusia yang berbeda, memiliki sifat, karakter yang berbeda.
Bagaimana bisa SK mengira aku juga akan percaya padanya seperti 'orang yang memberikan no HP-ku' ini percaya pada SK ? Aku tak kenal SK dan SK tak mengenalku, aku hanya sekedar tahu bahwa dia adalah fans YUI dan yang ia tahupun juga sama. That's it. Kelakuan 'dia saja percaya, harusnya kamu juga percaya' ini benar-benar membuatku muak. Aku tak heran jika ternyata orang ini memang tak punya pendirian alias sukanya mengikuti arus saja.
Aku bilang padanya, aku tak jadi beli lalu aku kemukakan alasanku di atas ini.
Beberapa menit kemudian, SMS balasan darinya datang.
Ia bilang dia tak apa kalau aku tak jadi beli, dia tak merasa rugi.
Ok, sampai di sini seharusnya masalahnya selesai..
Sayangnya, tak hanya itu.. pada akhir SMS-nya dia tertawa terbahak-bahak lalu menghina 'orang yang memberikan no HP-ku' ini.
....
Tanganku bergetar saat membaca tulisannya ini. Aku.. sangat.. tersinggung.. marah..
Meskipun aku tak menyebutkan secara jelas siapakah orang tersebut, tapi mungkin kalian sudah tahu bahwa orang tersebut adalah orang yang benar-benar aku percaya, yang aku anggap sebagai teman baikku.
SK boleh saja menghinaku, berpikir yang tidak-tidak tentangku, tapi.. berani-beraninya ia menghina teman baikku seperti ini..
Sigh..
Tapi untuk kali ini, aku benar-benar berusaha untuk tenang..
Tak ada gunanya aku berperang dengannya karena urusan di antara kita sebagai pembeli dan penjual sudah berakhir. Di dalam SMS balasanku, aku membalasnya dengan 'nuansa' yang sedikit positif, dengan maksud untuk menghentikan semua ini. dan juga mencoba membersihkan nama baik dari teman baikku ini.
Sayangnya, SK tak mau berhenti.
Pada SMS-SMS selanjutnya ia terus berusaha memanas-manasi, memancing emosiku dengan analogi yang.. aku rasa.. seharusnya bersifat intimidating, menyerangku ? Tapi yang aku rasakan saat membaca analogi dan serangannya terhadapku ini bukannya rasa marah, aku justru.. tertawa terbahak-bahak..Sangat konyol sekali dan tak masuk akal. Tak hanya itu, dengan analogi-nya ini, SK menggali lubang kuburnya sendiri.
Aku tak bisa ceritakan secara jelas semua analogi konyolnya ini.
Tapi aku akan ceritakan 1 bagian saja yang benar-benar... aduh..
Sebelumnya.. Ia bilang kalau dia tak rugi apa-apa kan jika aku tak jadi beli ?
Tapi coba lihat sikapnya yang ingin cepat-cepat jual CD-nya seolah-olah dia sedang Butuh Uang.
Meskipun ia tak mengakuinya secara langsung, semuanya terungkap secara jelas saat ia bilang padaku kira-kira begini, "Coba aj anda pikir dimana letak slh sy. kalau ada temen anda kecelakaan dan hanya ad anda yang bisa d hub......... (bagian selanjutnya tak perlu aku tulis.. terlalu menyedihkan untuk dibaca.. sangat tak masuk akal dan tak relevan dengan masalah yang tadi..)"
Aku suka caranya mencampuradukkan antara masalah kemanusiaan, keadaan darurat dan bisnis. XD
Kecelakaan, jatuh korban, berarti ada hal yang sangat mendesak yang menggugah nilai-nilai kemanusiaan, hati nurani seseorang. Keadaan seperti ini jelas sangat jauh bedanya dengan keadaan jual beli biasa seperti ini, sangat tak relevan dan sama sekali tak bisa dibandingkan.
Tak hanya itu, dia juga bilang kalau ternyata town_el tak bisa diajak kerjasama.
Um.. Halo ? Ada orang di sana ? *sambil mengetuk kepala SK beberapa kali*
Kerjasama apa ? Siapa yang pernah mengajak kerjasama ? Apa dia bahkan tahu arti kata kerjasama ?
Ah.. ok.. rupanya orang ini sudah menganggap bahwa keadaan 'pembeli yang baru bilang ingin beli barang dari sang penjual' ini sudah bisa dikatakan sebagai 'kerjasama'. Parah....
Ok, aku akan coba ikuti apa maunya sedikit.. katakanlah SK mengajakku bekerjasama.
Bagaimana bisa aku bekerjasama dengan penjual yang tak kompeten yang tak tahu etika dalam berjualan begini ? Bagaimana bisa kerjasama bisa berjalan dengan baik kalau pihak Penjual berlaku seenaknya seperti ini ?
Dan juga, hey ! Padahal katanya 'coba anda pikir di mana letak slh sy..' tetapi kok di cerita selanjutnya aku berada di posisi teman baikku ? Lagi-lagi dia berusaha melemparkan kesalahan pada teman baikku.
Nice joke dood~
Singkat kata, akhirnya pada beberapa SMS selanjutnya aku berhasil menghentikan perang ini, aku merasa aku harus menghentikan SK sebelum ia mengeksploitasi kebodohannya dan mempermalukan dirinya lebih banyak lagi.. XD
Akhirnya berakhir juga..
Tadi pagi sekitar jam 7 aku mendapatkan respon SMS dari SK, menanyaiku apakah aku masih mau CD-nya atau tidak. Ia bilang karena aku kemarin tak segera memberinya kabar, maka ia tak bisa bawa CD-nya ke kantor sehingga pengiriman CD-nya tak bisa diproses kemarin itu juga. Dia juga dengan tanpa merasa bersalah bilang padaku kalau 'orang yang memberikan no HP-ku itu' saja percaya padanya dan mau memberikan no HP-ku padanya.
Reaksiku saat membaca SMS darinya ini..
Huh ?? What The.. Kantor ?? Aku baru tahu info bahwa CD-nya masih sisa 1 itu sekitar jam 9 malam, dan juga aku baru mulai bicara dengan dia, pesan CD-nya itu jam 9 malam !!! Sekarang orang ini menyalahkanku karena 'terlambat bilang' ? 4 jam belum berlalu semenjak aku mulai pesan CD-nya ke dia dan dia sudah memperlakukanku seperti pembeli yang 'menggantungkan' nasibnya selama berhari-hari ?
Etika berjualan orang ini benar-benar parah.. Bukan begini caranya jualan..
Sangatlah tak etis apa yang ia lakukan ini, mengejar dan meminta data pribadi client/seller/pembeli tanpa seijin dari pembeli tersebut, Ia menganggap semua pembeli bisa dianggap dan diperlakukan seperti 'teman', Kalau cara jualannya seperti ini, lebih baik ia jualan saja ke keluarga atau teman-teman dekatnya.
Perlakukan client, pembeli dengan hormat, hargailah hak-hak mereka. Jangan seenaknya diperlakukan seolah-olah kita sudah dekat dengan client kita seperti ini.
Lalu tentang bagian 'orang yang memberikan no HP-ku' itu.. dimana SK bilang secara tak langsung bahwa karena 'orang yang memberikan no HP-ku' itu percaya padanya, seharusnya aku juga percaya pada SK.
Uh.. ok.. sepertinya dia harus mulai berhenti meng-generalisasi karakter tiap manusia.
Orang itu.. adalah orang itu..
Aku.. adalah aku..
Kita adalah 2 manusia yang berbeda, memiliki sifat, karakter yang berbeda.
Bagaimana bisa SK mengira aku juga akan percaya padanya seperti 'orang yang memberikan no HP-ku' ini percaya pada SK ? Aku tak kenal SK dan SK tak mengenalku, aku hanya sekedar tahu bahwa dia adalah fans YUI dan yang ia tahupun juga sama. That's it. Kelakuan 'dia saja percaya, harusnya kamu juga percaya' ini benar-benar membuatku muak. Aku tak heran jika ternyata orang ini memang tak punya pendirian alias sukanya mengikuti arus saja.
Aku bilang padanya, aku tak jadi beli lalu aku kemukakan alasanku di atas ini.
Beberapa menit kemudian, SMS balasan darinya datang.
Ia bilang dia tak apa kalau aku tak jadi beli, dia tak merasa rugi.
Ok, sampai di sini seharusnya masalahnya selesai..
Sayangnya, tak hanya itu.. pada akhir SMS-nya dia tertawa terbahak-bahak lalu menghina 'orang yang memberikan no HP-ku' ini.
....
Tanganku bergetar saat membaca tulisannya ini. Aku.. sangat.. tersinggung.. marah..
Meskipun aku tak menyebutkan secara jelas siapakah orang tersebut, tapi mungkin kalian sudah tahu bahwa orang tersebut adalah orang yang benar-benar aku percaya, yang aku anggap sebagai teman baikku.
SK boleh saja menghinaku, berpikir yang tidak-tidak tentangku, tapi.. berani-beraninya ia menghina teman baikku seperti ini..
Sigh..
Tapi untuk kali ini, aku benar-benar berusaha untuk tenang..
Tak ada gunanya aku berperang dengannya karena urusan di antara kita sebagai pembeli dan penjual sudah berakhir. Di dalam SMS balasanku, aku membalasnya dengan 'nuansa' yang sedikit positif, dengan maksud untuk menghentikan semua ini. dan juga mencoba membersihkan nama baik dari teman baikku ini.
Sayangnya, SK tak mau berhenti.
Pada SMS-SMS selanjutnya ia terus berusaha memanas-manasi, memancing emosiku dengan analogi yang.. aku rasa.. seharusnya bersifat intimidating, menyerangku ? Tapi yang aku rasakan saat membaca analogi dan serangannya terhadapku ini bukannya rasa marah, aku justru.. tertawa terbahak-bahak..Sangat konyol sekali dan tak masuk akal. Tak hanya itu, dengan analogi-nya ini, SK menggali lubang kuburnya sendiri.
Aku tak bisa ceritakan secara jelas semua analogi konyolnya ini.
Tapi aku akan ceritakan 1 bagian saja yang benar-benar... aduh..
Sebelumnya.. Ia bilang kalau dia tak rugi apa-apa kan jika aku tak jadi beli ?
Tapi coba lihat sikapnya yang ingin cepat-cepat jual CD-nya seolah-olah dia sedang Butuh Uang.
Meskipun ia tak mengakuinya secara langsung, semuanya terungkap secara jelas saat ia bilang padaku kira-kira begini, "Coba aj anda pikir dimana letak slh sy. kalau ada temen anda kecelakaan dan hanya ad anda yang bisa d hub......... (bagian selanjutnya tak perlu aku tulis.. terlalu menyedihkan untuk dibaca.. sangat tak masuk akal dan tak relevan dengan masalah yang tadi..)"
Aku suka caranya mencampuradukkan antara masalah kemanusiaan, keadaan darurat dan bisnis. XD
Kecelakaan, jatuh korban, berarti ada hal yang sangat mendesak yang menggugah nilai-nilai kemanusiaan, hati nurani seseorang. Keadaan seperti ini jelas sangat jauh bedanya dengan keadaan jual beli biasa seperti ini, sangat tak relevan dan sama sekali tak bisa dibandingkan.
Tak hanya itu, dia juga bilang kalau ternyata town_el tak bisa diajak kerjasama.
Um.. Halo ? Ada orang di sana ? *sambil mengetuk kepala SK beberapa kali*
Kerjasama apa ? Siapa yang pernah mengajak kerjasama ? Apa dia bahkan tahu arti kata kerjasama ?
Ah.. ok.. rupanya orang ini sudah menganggap bahwa keadaan 'pembeli yang baru bilang ingin beli barang dari sang penjual' ini sudah bisa dikatakan sebagai 'kerjasama'. Parah....
Ok, aku akan coba ikuti apa maunya sedikit.. katakanlah SK mengajakku bekerjasama.
Bagaimana bisa aku bekerjasama dengan penjual yang tak kompeten yang tak tahu etika dalam berjualan begini ? Bagaimana bisa kerjasama bisa berjalan dengan baik kalau pihak Penjual berlaku seenaknya seperti ini ?
Dan juga, hey ! Padahal katanya 'coba anda pikir di mana letak slh sy..' tetapi kok di cerita selanjutnya aku berada di posisi teman baikku ? Lagi-lagi dia berusaha melemparkan kesalahan pada teman baikku.
Nice joke dood~
Singkat kata, akhirnya pada beberapa SMS selanjutnya aku berhasil menghentikan perang ini, aku merasa aku harus menghentikan SK sebelum ia mengeksploitasi kebodohannya dan mempermalukan dirinya lebih banyak lagi.. XD
Bad Mood
Current Mood: 
Pada pagi hari ini aku terbangun sekitar jam 1 malam dan menemukan ada 1 SMS masuk di Handphone-ku. Betapa terkejutnya aku saat melihat isi dari SMS tersebut. Isinya seperti ini:
"Total na 149rb ama ongkos ke Surabaya"
Just.. what the..
Dari mana orang ini tahu no HP-ku ?!?
Aku akan coba bercerita tentang kejadian 4 jam sebelumnya supaya kalian mengerti jalan ceritanya.
4 jam yang lalu, aku mendapatkan informasi bahwa SK yang merupakan salah seorang member YUI-indo, menjual CD single YUI "My Generation/Understand" dan stock-nya tinggal 1 CD saja. Karena aku tahu adikku sangat menginginkan CD ini, aku langsung saja memesan CD ini. Lokasiku di Surabaya, jadi aku juga menanyakan padanya berapa ongkos kirim dari Jakarta menuju Surabaya.
Sayangnya pada saat itu, SK sedang tak berada di rumah jadi dia tak bisa langsung merespon pesanku dan dia bilang sesampainya di rumah, akan memberiku kabar. Karena aku sudah mengantuk, aku bilang padanya untuk memberiku kabar melalui PM (Private Message) di FB. Akupun kemudian langsung tidur.. dan.. selanjutnya seperti yang sudah aku ceritakan di atas..
Bagi yang sudah mengenalku tentunya sudah tahu.. bahwa..
"Aku sangat tak suka ada orang yang berusaha mencari tahu data pribadiku lewat 'jalan belakang' atau dengan kata lain Tanpa Seijin dan Sepengetahuanku !!"
You wanna know about me ? Then ask me personally !
Aku tak memberitahumu, berarti aku tak ingin kamu tahu !
Jika kamu memang butuh data-dataku, aku akan memberikannya
Sebagai pembeli, aku tahu bahwa aku harus memberitahukan SK data-data seperti nama, alamat lengkap dan juga no HP-ku.. Fine ! Aku tahu hal itu karena ini bukan pertama kalinya aku bertransaksi bisnis.
"Aku, akan berusaha mempercayakan data diriku ke sang penjual.." begitulah yang ada di pikiranku saat itu.
Tetapi.. yang terjadi...
Sebelum aku sempat untuk 'mempercayai' SK (penjual), SK melangkahiku dengan mengejarku, berusaha menggali informasi tentangku, mencari tahu salah satu data pribadiku, yaitu no HP-ku..
Penjual macam apa ini ?? Etika jual beli dari negara mana ini ??
Berani-beraninya mengusik privasi pembeli bahkan sebelum Kata Sepakat antara kedua belah pihak terjadi !
Di saat seharusnya Pembeli merasa waspada dengan para Penjual palsu / yang suka melakukan penipuan lalu berusaha mencari tahu lebih lanjut tentang sang Penjual, Dalam kasus ini justru sebaliknya.. Penjual yang mencari tahu lebih lanjut tentang sang Pembeli ?? Just What The.......
Dia bilang seperti ini, "Pengrman brg lwt pos tikijne. Pasti hrus dksh no hp"
DUH ! *facepalm*
Tentu saja aku tahu hal itu !
Aku sering sekali mengirimkan barang melalui TIKI JNE.
Memperlakukanku seolah-olah aku ini seperti orang yang tak tahu apa-apa..
Terlebih lagi.. jeda waktu antara saat pertama aku bilang ingin beli ke dia dengan saat dia sudah menetapkan harganya... masih kurang dari 24 jam !!! Jika saja aku menggantungkan nasibnya selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, mungkin aku masih bisa maklum.. tapi yang ini.. masih belum 24 jam oi !! Tak bisakah dia menunggu sedikit lama ? Setidaknya sampai nanti pagi..
Desperate sekali ya SK ini sampai-sampai dia berani melangkahi pembeli seperti ini ?
Sigh..
Pada akhirnya, aku memutuskan untuk tak jadi beli CD My Generation/Understand ini dari SK.
Tak perlu aku beli barang dari orang sepertinya.
Lalu bagaimana dengan adikku ?
Yah.. tadinya aku berencana ingin memberikan CD My Generation/Understand ini sebagai sebuah surprise, tapi karena masalah ini, aku rasa jika aku batalkan rencana inipun tak apa. Dia masih bisa beli CD YUI ini sendiri suatu saat nanti.

Pada pagi hari ini aku terbangun sekitar jam 1 malam dan menemukan ada 1 SMS masuk di Handphone-ku. Betapa terkejutnya aku saat melihat isi dari SMS tersebut. Isinya seperti ini:
"Total na 149rb ama ongkos ke Surabaya"
Just.. what the..
Dari mana orang ini tahu no HP-ku ?!?
Aku akan coba bercerita tentang kejadian 4 jam sebelumnya supaya kalian mengerti jalan ceritanya.
4 jam yang lalu, aku mendapatkan informasi bahwa SK yang merupakan salah seorang member YUI-indo, menjual CD single YUI "My Generation/Understand" dan stock-nya tinggal 1 CD saja. Karena aku tahu adikku sangat menginginkan CD ini, aku langsung saja memesan CD ini. Lokasiku di Surabaya, jadi aku juga menanyakan padanya berapa ongkos kirim dari Jakarta menuju Surabaya.
Sayangnya pada saat itu, SK sedang tak berada di rumah jadi dia tak bisa langsung merespon pesanku dan dia bilang sesampainya di rumah, akan memberiku kabar. Karena aku sudah mengantuk, aku bilang padanya untuk memberiku kabar melalui PM (Private Message) di FB. Akupun kemudian langsung tidur.. dan.. selanjutnya seperti yang sudah aku ceritakan di atas..
Bagi yang sudah mengenalku tentunya sudah tahu.. bahwa..
"Aku sangat tak suka ada orang yang berusaha mencari tahu data pribadiku lewat 'jalan belakang' atau dengan kata lain Tanpa Seijin dan Sepengetahuanku !!"
You wanna know about me ? Then ask me personally !
Aku tak memberitahumu, berarti aku tak ingin kamu tahu !
Jika kamu memang butuh data-dataku, aku akan memberikannya
Sebagai pembeli, aku tahu bahwa aku harus memberitahukan SK data-data seperti nama, alamat lengkap dan juga no HP-ku.. Fine ! Aku tahu hal itu karena ini bukan pertama kalinya aku bertransaksi bisnis.
"Aku, akan berusaha mempercayakan data diriku ke sang penjual.." begitulah yang ada di pikiranku saat itu.
Tetapi.. yang terjadi...
Sebelum aku sempat untuk 'mempercayai' SK (penjual), SK melangkahiku dengan mengejarku, berusaha menggali informasi tentangku, mencari tahu salah satu data pribadiku, yaitu no HP-ku..
Penjual macam apa ini ?? Etika jual beli dari negara mana ini ??
Berani-beraninya mengusik privasi pembeli bahkan sebelum Kata Sepakat antara kedua belah pihak terjadi !
Di saat seharusnya Pembeli merasa waspada dengan para Penjual palsu / yang suka melakukan penipuan lalu berusaha mencari tahu lebih lanjut tentang sang Penjual, Dalam kasus ini justru sebaliknya.. Penjual yang mencari tahu lebih lanjut tentang sang Pembeli ?? Just What The.......
Dia bilang seperti ini, "Pengrman brg lwt pos tikijne. Pasti hrus dksh no hp"
DUH ! *facepalm*
Tentu saja aku tahu hal itu !
Aku sering sekali mengirimkan barang melalui TIKI JNE.
Memperlakukanku seolah-olah aku ini seperti orang yang tak tahu apa-apa..
Terlebih lagi.. jeda waktu antara saat pertama aku bilang ingin beli ke dia dengan saat dia sudah menetapkan harganya... masih kurang dari 24 jam !!! Jika saja aku menggantungkan nasibnya selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, mungkin aku masih bisa maklum.. tapi yang ini.. masih belum 24 jam oi !! Tak bisakah dia menunggu sedikit lama ? Setidaknya sampai nanti pagi..
Desperate sekali ya SK ini sampai-sampai dia berani melangkahi pembeli seperti ini ?
Sigh..
Pada akhirnya, aku memutuskan untuk tak jadi beli CD My Generation/Understand ini dari SK.
Tak perlu aku beli barang dari orang sepertinya.
Lalu bagaimana dengan adikku ?
Yah.. tadinya aku berencana ingin memberikan CD My Generation/Understand ini sebagai sebuah surprise, tapi karena masalah ini, aku rasa jika aku batalkan rencana inipun tak apa. Dia masih bisa beli CD YUI ini sendiri suatu saat nanti.
Shironeko
Current Mood: 
おはよう。。
Pada pagi hari ini, seharusnya aku akan bercerita tentang sebuah idol group yang membuatku tergila-gila selama hampir 1/2 tahun, KARA.. Tapi tiba-tiba saja aku berubah pikiran, kali ini aku akan bercerita sedikit tentang sebuah mimpi yang baru saja aku alami, mimpi yang lumayan aneh dan juga meninggalkan kesan yang lumayan mendalam sampai saat ini.
Singkat saja..
Di dalam mimpiku, aku melihat sebuah kucing berwarna putih. Aku tak tahu kucing jenis apakah ini, tapi sepertinya mirip dengan Kucing Anggora. Aku berusaha mendekati kucing tersebut tetapi tiba-tiba saja mata kucing itu bersinar merah. Kucing itu lalu menghampiriku, berjalan mengelilingiku sambil terus memandangiku. Tak lama kemudian, kucing tersebut berhenti tepat di depanku, terus memandangiku dan...
Entah darimana datangnya, aku merasakan sebuah hembusan angin yang luar biasa keras berputar mengelilingiku. Begitu kerasnya angin itu, tubuhku sampai terangkat ke udara kira-kira setinggi 30cm. Ditengah 'badai kecil' ini, aku mendengar suara.. suara seorang perempuan. Suara itu berkata padaku..
"Ayo.. terbang.. sama-sama.."
...
Mimpiku berakhir sampai di sini..

おはよう。。
Pada pagi hari ini, seharusnya aku akan bercerita tentang sebuah idol group yang membuatku tergila-gila selama hampir 1/2 tahun, KARA.. Tapi tiba-tiba saja aku berubah pikiran, kali ini aku akan bercerita sedikit tentang sebuah mimpi yang baru saja aku alami, mimpi yang lumayan aneh dan juga meninggalkan kesan yang lumayan mendalam sampai saat ini.
Singkat saja..
Di dalam mimpiku, aku melihat sebuah kucing berwarna putih. Aku tak tahu kucing jenis apakah ini, tapi sepertinya mirip dengan Kucing Anggora. Aku berusaha mendekati kucing tersebut tetapi tiba-tiba saja mata kucing itu bersinar merah. Kucing itu lalu menghampiriku, berjalan mengelilingiku sambil terus memandangiku. Tak lama kemudian, kucing tersebut berhenti tepat di depanku, terus memandangiku dan...
Entah darimana datangnya, aku merasakan sebuah hembusan angin yang luar biasa keras berputar mengelilingiku. Begitu kerasnya angin itu, tubuhku sampai terangkat ke udara kira-kira setinggi 30cm. Ditengah 'badai kecil' ini, aku mendengar suara.. suara seorang perempuan. Suara itu berkata padaku..
"Ayo.. terbang.. sama-sama.."
...
Mimpiku berakhir sampai di sini..