Memories of the past....
Current Mood:
Pada pagi hari ini aku akan bercerita tentang sesuatu yang terjadi pada diriku sejak malam itu 7 tahun yang lalu, sebuah rahasia yang belum pernah aku ungkapkan kepada siapapun, termasuk orang yang paling dekat denganku yaitu adikku.. Aku pernah beberapa kali mencoba menceritakannya tapi.. 'moment yang tepat' untuk bercerita ini tak pernah datang..
Dulu, pada blog ini, aku pernah berjanji untuk menuliskan cerita tentang teman masa kecilku yang mengungkapkan rasa sukanya padaku.. dan hari ini aku akan memenuhi janjiku itu..
That girl, sebut saja namanya R.. Karena urusan pekerjaan, akhirnya kita bertemu lagi sebagai seorang partner kerja sementara (hanya untuk 1 proyek saja). R adalah seorang wanita yang sangat supel, keahliannya dalam berbicara memudahkannya untuk akrab dengan siapa saja, Setelah proyek kita hampir sukses, R tiba-tiba mengajakku untuk pergi jalan-jalan, dan juga mentraktirku makan malam di sebuah restoran. Aku dengan santai menerima ajakannya karena.. yah.. bagi yang mengenalku pastilah tahu kalau.., aku ini.. um.. sangat suka dengan kata-kata seperti 'traktir', 'gratis/free',.. =P
Di restoran itu, sambil menunggu hidangan disajikan, R mulai bicara tentang masa kecil kita berdua..
Awalnya tak ada yang aneh dengan jalan pembicaraannya, namun di tengah-tengah, tiba-tiba dia berkata kira-kira seperti ini, "...kamu juga masih sama aja kayak dulu, aneh n tetep diam-diam menghanyutkan, wah kalo gini bisa-bisa tragedi yang dulu bakalan keulang lagi.."
"tragedi apa ?", tanyaku.
Sambil tersenyum dan meletakkan kedua tangannya di atas meja, dia menjawab,
"itu lho, dulu aku semasa SD naksir berat lho ke kamu......"
....
Wew.. swt..
..
Suasananya jadi agak 'aneh' setelah dia bilang begitu.. 'Aneh' dari sudut pandangku sih, karena kayaknya ekspresi wajah R sama sekali tak berubah, ia tetap tersenyum memandangku dengan tatapan yang.. um.. penuh percaya diri ?
Setelah itu, aku bertanya ke R, "Kok bisa ? Waktu itu apa yang membuat kamu suka aku ?"
Dan, mulailah ia bercerita panjang lebar tentang masa kecilku, saat kita pertama kali bertemu di bangku SD kelas 4. Pada saat itu, teman-teman cowokku yang sedang memasuki masa 'puber' menanyakan pendapatku tentang seorang cewek cantik berubuh seksi yang ada di majalah (ehm, sekedar informasi, ini majalah biasa lho.. bukan majalah porno..), Pada saat itulah R mendengar aku mengatakan sesuatu yang 'menurutnya' sangat berkesan dan 'membuka' pandangannya terhadapku.. Aku tak bisa menceritakan kata-kata apa yang aku ucapkan saat itu karena aku sendiri tak percaya diriku ini pernah mengatakan hal seperti itu..
"Kenaifan anak kecil ?"Mungkin juga, karena sepanjang yang aku ingat tentang diriku di masa lalu, sedari kecil aku memang punya berbagai pandangan yang tak biasa tentang dunia ini.. Jadi wajar saja kalau aku mengatakan hal seperti itu..
Namun bukanlah kisah tentang R yang ingin aku ceritakan pada pagi hari ini..
.
Sebenarnya, perkataan yang aku ucapkan sehingga membuatnya suka padaku, dan juga berbagai hal yang ia ceritakan padaku termasuk perkataanya kalau R adalah salah satu teman baikku semasa SD, aku... sama sekali tak dapat mengingatnya..
"Yah, wajar lah.. itukan sudah lama sekali, wajar saja kalau kamu lupa.."
Mungkin itulah yang ada di benak kalian saat ini tentangku..
Sepertinya, sudah saatnya aku menceritakan hal ini..
Aku, memang lupa, aku tak ingat apapun tentang segala yang R ceritakan padaku, tentang bagaimana R pertama kali bertemu denganku, tentang R yang duduk di belakangku, tentang siapakah itu R...
"R ? R siapa ? Teman baik sampai SD ? Huh ?"
"Apakah aku pernah punya teman bernama R semasa di SD kelas IV ?"
"Siapakah yang dulu duduk di belakangku ? Siapa yang duduk di sampingku ?"
"Kelas IV ? Kelas IV itu di mana ?"
..
Ingatanku tentang R, dan juga masa itu... kosong..
Pada pagi hari ini aku akan bercerita tentang sesuatu yang terjadi pada diriku sejak malam itu 7 tahun yang lalu, sebuah rahasia yang belum pernah aku ungkapkan kepada siapapun, termasuk orang yang paling dekat denganku yaitu adikku.. Aku pernah beberapa kali mencoba menceritakannya tapi.. 'moment yang tepat' untuk bercerita ini tak pernah datang..
Dulu, pada blog ini, aku pernah berjanji untuk menuliskan cerita tentang teman masa kecilku yang mengungkapkan rasa sukanya padaku.. dan hari ini aku akan memenuhi janjiku itu..
That girl, sebut saja namanya R.. Karena urusan pekerjaan, akhirnya kita bertemu lagi sebagai seorang partner kerja sementara (hanya untuk 1 proyek saja). R adalah seorang wanita yang sangat supel, keahliannya dalam berbicara memudahkannya untuk akrab dengan siapa saja, Setelah proyek kita hampir sukses, R tiba-tiba mengajakku untuk pergi jalan-jalan, dan juga mentraktirku makan malam di sebuah restoran. Aku dengan santai menerima ajakannya karena.. yah.. bagi yang mengenalku pastilah tahu kalau.., aku ini.. um.. sangat suka dengan kata-kata seperti 'traktir', 'gratis/free',.. =P
Di restoran itu, sambil menunggu hidangan disajikan, R mulai bicara tentang masa kecil kita berdua..
Awalnya tak ada yang aneh dengan jalan pembicaraannya, namun di tengah-tengah, tiba-tiba dia berkata kira-kira seperti ini, "...kamu juga masih sama aja kayak dulu, aneh n tetep diam-diam menghanyutkan, wah kalo gini bisa-bisa tragedi yang dulu bakalan keulang lagi.."
"tragedi apa ?", tanyaku.
Sambil tersenyum dan meletakkan kedua tangannya di atas meja, dia menjawab,
"itu lho, dulu aku semasa SD naksir berat lho ke kamu......"
....
Wew.. swt..
..
Suasananya jadi agak 'aneh' setelah dia bilang begitu.. 'Aneh' dari sudut pandangku sih, karena kayaknya ekspresi wajah R sama sekali tak berubah, ia tetap tersenyum memandangku dengan tatapan yang.. um.. penuh percaya diri ?
Setelah itu, aku bertanya ke R, "Kok bisa ? Waktu itu apa yang membuat kamu suka aku ?"
Dan, mulailah ia bercerita panjang lebar tentang masa kecilku, saat kita pertama kali bertemu di bangku SD kelas 4. Pada saat itu, teman-teman cowokku yang sedang memasuki masa 'puber' menanyakan pendapatku tentang seorang cewek cantik berubuh seksi yang ada di majalah (ehm, sekedar informasi, ini majalah biasa lho.. bukan majalah porno..), Pada saat itulah R mendengar aku mengatakan sesuatu yang 'menurutnya' sangat berkesan dan 'membuka' pandangannya terhadapku.. Aku tak bisa menceritakan kata-kata apa yang aku ucapkan saat itu karena aku sendiri tak percaya diriku ini pernah mengatakan hal seperti itu..
"Kenaifan anak kecil ?"Mungkin juga, karena sepanjang yang aku ingat tentang diriku di masa lalu, sedari kecil aku memang punya berbagai pandangan yang tak biasa tentang dunia ini.. Jadi wajar saja kalau aku mengatakan hal seperti itu..
Namun bukanlah kisah tentang R yang ingin aku ceritakan pada pagi hari ini..
.
Sebenarnya, perkataan yang aku ucapkan sehingga membuatnya suka padaku, dan juga berbagai hal yang ia ceritakan padaku termasuk perkataanya kalau R adalah salah satu teman baikku semasa SD, aku... sama sekali tak dapat mengingatnya..
"Yah, wajar lah.. itukan sudah lama sekali, wajar saja kalau kamu lupa.."
Mungkin itulah yang ada di benak kalian saat ini tentangku..
Sepertinya, sudah saatnya aku menceritakan hal ini..
Aku, memang lupa, aku tak ingat apapun tentang segala yang R ceritakan padaku, tentang bagaimana R pertama kali bertemu denganku, tentang R yang duduk di belakangku, tentang siapakah itu R...
"R ? R siapa ? Teman baik sampai SD ? Huh ?"
"Apakah aku pernah punya teman bernama R semasa di SD kelas IV ?"
"Siapakah yang dulu duduk di belakangku ? Siapa yang duduk di sampingku ?"
"Kelas IV ? Kelas IV itu di mana ?"
..
Ingatanku tentang R, dan juga masa itu... kosong..