We conducted Lesson Study Work Shop in Bandung City. While sharing our own questions,
we were bound to fellowship by ties of dialogue among 125 participants. I may have made yet another step toward my dream which is to prepare the Learning place. Let's continue making smiles, ours and our children's.
------------------
Kami melaksanakan Lesson Study Workshop di Kota Bandung. Sambil sharing pertanyaan sendiri,
kami terhubung dan terikat melalui dialog dengan 125 peserta. Saya boleh jadi telah membuat satu langkah lagi mendekati cita-cita saya, mempersiapkan tempat belajar bersama. Mari lanjutkan, demi senyum kita dan anak-anak kita.
Children will do the same as we imagine before. Actually imagining clear design, how children behave, concretely is extremely important and to be a key if we learn or not.
子どもたちの学びから、教師が学び合って、授業をリデザインします。 これこそが生きたLesson Study。 僕たちは、かたちにこだわりません。 子どもたちから学んだものを、子どもたちに返していきます。 残念ながら、この柔軟さがインドネシアのLSにはないため、多くのサイトで既に活動が止まってしまっています。 一緒に学ぶ楽しさを追究する仲間になりませんか。 -------------------------------------- Guru belajar bersama dari pembelajaran anak-anak lalu Re-desain pelajaran. Itulah Lesson Study yang hidup! Kami tidak mementingkan hanya bentuk saja. Hal yang belajar dari anak, dibahas dan dikembalikan ke anak. Sayangnya LS Indonesia tidak punya flexibility seperti ini, sehingga banyak site project yang sudah berhenti. Bagaimana Anda menjadi teman-teman kami yang membahas kesenangan belajar bersama!
------------------------------------- Teacher learn together from the students, and re-design the lesson. That is Lesson Study that is alive. We don't focus on the form. Findings derive from student, were discussed and delivered back to children. Sadly, LS in Indonesia doesn't have this flexibility. Hence, many project sites failed to catch their breath. Allow us to invite you to become our colleagues to discuss the joy of learning, together.
Usually confusion is regarded as a bad condition in the class, but actually because of this situation in which derive from superb question, we, as a teacher, also students start learning deeply. Even being scared, we should be convinced that making confusion makes them learn seriously, happy, be a real learner.
Pada umumnya “Kebingungan” dianggap situasi tidak bagus dalam pelajaran. Tetapi sebenarnya berkat situasi ini yang dihasilkan dari pertanyaan yang baik, kita sebagai fasilitator (bukan guru yang mengajar) dan siswa bisa mulai berpikir dalam. Meski kita masih takut situasi seperti ini ('begini' tidak formal), kita harus yakin dari "Kebingungan” mereka bisa lebih belajar, senang, dan benar-benar menjadi pembelajar sejati.
2015.3.7 Banjarbaru city South Kalimantan Borneo Islands Indonesia
Memakai penggaris kelihatanya gampang. Tetapi, ada kemungkinan bahaya bahwa anak-anak hanya menganggap panjang adalah angka, jika mereka tidak pernah melangkah belajar seperti naik tangga sebelumnya.
Hari ini, kita bersama teman-teman membuat peta belajar panjang yang untuk pertama kalianya mengarahkan mereka memperoleh pengalaman “Membandingkan panjang”, mendapatkan konsep “satuannya ada berapa”, kemudian menantang “jumlah kotak”, menuju ke “sistem meter”.
Terus terang, karena sebelumnya tidak ada tugas membuat peta seperti ini, dalam pelajaran terjadi situasi dimana sama sekali tidak terjadi hubungan antara keinginan guru dan cara berpikir siswa.
Saya menantikan pelajaran besok akan menjadi seperti apa.
ーーーーーーーーーーーーーーー
Using ruler seems to be easy, but there is a dangerous possibility that students may only think that length is just the number indictaed on the ruler, if they haven’t experienced going-up-the-stairs-like learning before.
Today, together with colleagues we made a Learning Map which enables the students, for the first time, to go through “Comparison of the length”, to acquire the concept of “how many unit (of scales) are there” and then challenging the “amount of grid”, approaching the “the metric system”.
Actually, due to the lack of experience making such map before, the teacher’s objective could not connect with students’ learning, their way of thinking. Anyway, I am looking forward to see how they will learn tomorrow.
小学校1年生25人と生活科の勉強 インドネシア語もしゃべれず、ミナン語を力一杯話す子どもたちは、 勉強にも全力でした。 4コマのイラストを使ったストーリーテリング。 先生:「こっちのお話はいい子じゃないね、どうして?」 Ibu : 「Cerita ini, anaknya tidak baik kan, kenapa?」 子ども:「・・・」 先生:「どうしてかというと、『ねぼうをしていたか・・・・』」 Ibu : 「Karena 『Bangun kesiang.....』」 子ども:「らー」 Anak : 「AN--」 先生:「こっちはいいね。どうしてかというと、『子猫を助けてあげたか・・』」 Ibu : 「Cerita ini baik, karena 『menolong anak kuci....』」 子ども:「らー」 Anak : 「NG----」 ほぼ言っとるやん!! Ternyata guru menjawab sendiri.. — 場所: Pantai Carolin Bungus Padang