(sorry, not in English. Original source: Suara Surabaya )

Merajut Persahabatan Lewat Knitting Club

18 April 2008, 19:17:40, Laporan Noer Soetantini

suarasurabaya.net| Judul Buku : Knitting Club
Penulis : Dessy Yasmita
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 149 halaman

Cerita kehidupan remaja memang tidak pernah berhenti. Dari segala sudut, dunia remaja menarik untuk ditampilkan. Seperti halnya, Knitting Club, yang mengupas soal pertemanan dari 4 pendaftar klub. Mereka pun juga rela dan harus berjuang mempertahankan klub yang akan ditutup gara-gara minim pendaftar.

Sinopsis :
Dibandingkan dengan klub basket atau klub-klub lainnya yang ada di SMA Karya Abadi, Klub merajut memang tergolong baru. Sayangnya, kehadiran klub merajut ini dianggap sebagai Klub Jin Buang Anak.

Cerita ini diawali dengan masa-masa perkenalan dan pendaftaran eskul sudah hampir habis. Eskul-eskul favorit sudah banyak peminatnya dan tinggal klub merajut baru ada 2 orang mendaftar yakni Yuris dan Niken. Mereka masuk ke klub karena memang berminat agar pandai merajut.

Sementara Dino dan Alma, terpaksa masuk ke klub merajut karena pendaftaran klub lainnya sudah tutup. Ini bermula dari ancaman guru olahraga yang menghendaki setiap muridnya harus mengikuti ekskul. Jika tidak, mereka akan dikurangi nilai olahraganya padahal nilai mereka sudah sangat minim.

Dari kisah yang sederhana inilah, penulis muda yang pernah menjadi pemenang I penulisan Cerber Femina tahun 2003, memainkan emosi pembaca. Cerita ditarik bagaimana klub merajut yang semula dijauhi para siswa SMA Karya Abadi ini menjadi klub yang menyenangkan buat 4 pendaftar pertama. Bahkan dari klub merajut tersebut, mereka mendapatkan arti sebuah persahabatan.

Deskripsi :
Buku Knitting Club sepintas kemasaannya terlihat seperti buku pelajaran merajut. Dari tampilan judulnya dan juga tagline ngerajut itu macho, kok.... Namun begitu kita membuka isinya, tidak lain ini buku cerita sama halnya dengan teenlit maupun cooklit. Meski demikian, buku ini enak dibaca tentunya oleh para remaja atau mereka yang merasa masih berjiwa muda, mengingat gaya bahasa tuturnya yang biasa diucapkan anak-anak remaja.

-------------------------------------

My personal notes:
The review said some positive points like "plays with reader's emotion", "finding the meaning of friendship".
Thank you, Ms/Mrs. Soetantini!

How to leave comment: read here