☆DYAH WIJAYA☆Tertulis dalam Kakawin Nāgarakṛ... Lihat postingan ini di Instagram ☆DYAH WIJAYA☆ Tertulis dalam Kakawin Nāgarakṛtāgama tahun 1365, selisih 56 tahun sesudah tokoh Wijaya wafat tahun 1309. #Artinama : - dyaḥ = sebutan untuk pangeran atau putri yang masih keturunan raja. - wijaya = "pemenang" atau "yang menang". ☆NARARYA SANGGRAMAWIJAYA☆ Tertulis pada prasasti Kudadu tahun 1294, ditulis saat Wijaya baru saja naik takhta, mendirikan Kerajaan Majapahit. Itu artinya, nama ini ditulis saat orangnya masih hidup. Arti nama : - nara = "manusia" atau "orang" - āryya = "terhormat" atau "mulia" - saṅgrāma = "pertempuran" atau "pertarungan" - wijaya = "pemenang" atau "yang menang". ☆SRI KERTARAJASA JAYAWARDHANA☆ Ini gelar kenegaraan Wijaya setelah menjadi raja. tertulis dalam prasasti Kudadu dan Kakawin Nāgarakṛtāgama. Arti nama : - śrī = "bersinar" atau "berkilau". Kata ini diserap ke dalam bahasa Malayu : berseri-seri. - kṛta = "sukses" atau "tercapai". - rājasa = "penuh gairah" atau "berhasrat". - jaya = "menang". - "warddhana" = "berkembang" atau "bertambah". Ada hal menarik dalam gelar raja tersebut.. Rajasa - rajas, satu dari #triguna selain tamas dan sattwa. Sang Raha memakai #rajasa sebagai gelarnya, bukan #sattwika. Trahnya pun bernama trah RAJASA. Yang pertama pakai gelar Rajasa adalah Ken Arok, sedangkan Wijaya melanjutkan, kemudian Tribhuwanotunggadewi dan Hayam Wuruk juga... Sekarang tinggal menunggu penerus raja saja 😁 Semoga beliau jadi lebih rajasik dalam meperjuangkan aspirasi #nakbali #majapahit #warigagamabali #HinduBali #ramalnasib #GamaBali Sebuah kiriman dibagikan oleh subudi mahendradatta (@budimahend) pada 2 Jan 2020 jam 7:19am PST