#SrimadBhagavatam8_x32 teṣāṁ padāghāta-rathā... Lihat postingan ini di Instagram #SrimadBhagavatam8_x32 teṣāṁ padāghāta-rathāṅga-cūrṇitād āyodhanād ulbaṇa utthitas tadā ulangi diśaḥ khaṁ dyumaṇiṁ ca chādayan nyavartatāsṛk-srutibhiḥ pariplutāt #SB8_10_32 Karena tumbukan di tanah kaki iblis dan setengah dewa dan roda kereta, partikel debu terbang dengan keras ke langit dan membuat awan debu yang menutupi semua arah ruang angkasa, sejauh matahari. Tetapi ketika partikel-partikel debu diikuti oleh tetesan-tetesan darah disebarkan ke seluruh ruang, awan debu tidak lagi bisa mengambang di langit. ~《#SrimadBhagavatam》~ ☆Yang MENARIK dari sloka ini di PENJELASANnya... jarak dari bumi-matahari-bulan.. Matahari seharusnya 93.000.000 mil di atas permukaan bumi, dan dari īrīmad-Bhāgavatam, bulan 1.600.000 mil di atas matahari. JADI jarak antara bumi dan bulan adalah sekitar 95.000.000 mil. #pokokeYAKINI #puranikaselole #filsafatHindu #HinduBali #GamaBali Sebuah kiriman dibagikan oleh subudi mahendradatta (@budimahend) pada 7 Sep 2019 jam 4:40am PDT