Hai semua. Well, akhir-akhir ini ada suatu masalah yang mengganggu gue. Bahkan gue dilema apakah mau gue ceritakan disini. Tapi ini semua bermula dari 1 pertanyaan

"Kok lo berubah sih?"

Masa sih? Masa iya? Jujur, gue gak merasa ada perubahan dalam diri gue. Well, kecuali tinggi badan dan itu jelas a different case. Walaupun gue merasa sangat enjoy dengan hidup yang gue jalanin sekarang, tapi pertanyaan itu cukup bikin gue kepikiran. Sangat.

Dari seseorang teman dekat yang gue tanya, dan bisa gue percaya, dia ngasih jawaban kayak gini.

"Mungkin karena lo suka AKB kali"

Benarkah? Kemudian gue teringat suatu kumpulan kata-kata. Entah kata siapa, kalo gasalah bunyi nya gini

"Lebih baik dibenci karena jadi diri lo sendiri. Daripada disukai karena berpura-pura jadi orang lain"

Kata-kata ini awalnya cukup bikin gue yakin dengan apa yang gue jalanin. Sampai akhirnya pertanyaan diatas masuk kali kedalam pikiran gue.

Gue pun mulai menghabiskan waktu untuk berpikir. Benarkah? Berbekal dengan kata-kata mutiara barusan, gue ngebuat semacam analisa. Atau bisa dibilang deduksi. Atau penilaian pribadi.

Pertama,
Apasih standar seseorang bisa mengatakan seseorang berubah? Pasti karena ada sesuatu yang berbeda dari orang tersebut kan? Entah karena potongan rambut, gaya berpakaian, tata bahasa, ataupun masalah hal yang disukai, mungkin juga idealisme. Betul?

Kalo emang karena itu, jujur, gue sendiri gak merasa gue berubah. Gue cuma merasa bahwa gue menambahkan sebuah pengalaman baru ke hidup gue. Toh, gue masih orang yang sama kaya dulu. Males, emosian, cepat bertindak, ceplas-ceplos, dan berusaha berteman sama semua orang. Gue bahkan masih mendukung Real Madrid dan Liverpool. Muse? Jangan salah, gue termasuk yang tiba-tiba hyper pas tau CD mereka udah masuk Indonesia. Gue juga masih suka dengerin beberapa band dengan aliran cukup keras. Walau gue gak terlalu kuat kalo lagunya terlalu 'keras'. Gue juga masih sangat mengagumi bagaimana British Rock itu benar-benar keren dan asik. Gue masih suka main game bola sampe lupa waktu.

AKB48? Jepang? Gak, gue gak merubah haluan kesana. Ibaratnya tuh, gue nambah experience lah. Nambah pengetahuan. Nambah referensi. Gue gak bener-bener menjadi orang yang berpindah haluan dari British Rock ke J-Pop. Gue menyukai keduanya.

Dan, gue pun masih suka Peterpan. Walau nama mereka udah ganti jadi NOAH.

Kedua,
Gue teringat lagi sebuah kumpulan kata-kata, "orang lain menilai lo berubah itu, ketika lo udah gak sama lagi kaya 'standar' mereka". Nah, disini gue mikir lagi, kalo emang mereka bilang berubah, standar apa yang udah gue 'langgar'?

Ah, gue tau! Mungkin mereka mengganggap gue sebagai orang yang sangat 'nge-rock'? Atau karena gue yang dulu ketua osis udah gak lagi mencerminkan sifat dan perilaku ketua osis? Lah? Itu kan dulu. Beda dong sama sekarang.

Ketiga,
Setelah memikirkan ke-2 hal diatas, gue pun kepikiran "apa mungkin karena hal lain ya?" Misalnya nih, gue petakilan. Eh, bentar, itu mah dari dulu juga gue petakilan. Atau karena temen main? Lah, temenan mah siapa aja juga selow. Atau karena gue jadi baik? Yah, berhubung dulu gue jahat banget. Tapi ga mungkin ah, masa mereka ga seneng kalo gue jadi baik?

Keempat,
Disini gue mulai mencoba menyimpulkan beberapa analisis diatas. Gue pun kepikiran "berarti mereka gabisa menerima gue apa adanya dong?" "Berarti mereka ga seneng dong, kalo temennya menemukan hal yang bikin dia seneng?"

Hmm.. Gabisa asal ambil keputusan gitu juga sih, tapi dengan situasi yang ada, emang itu jawaban yang paling masuk akal.

Ngomong-ngomong senang, gue senang kok dengan apa yang ada dalam hidup gue sekarang. Gue pribadi, gak terlalu mempermasalahkan apa pendapat orang. Tapi, kalau kita ga peduli kan, kita susah juga. Apalagi manusia itu makhluk sosial yang gabisa hidup tanpa bantuan orang lain. Makanya gue jadi kepikiran.

Eniwei, ini juga buat gue kepikiran. Masa iya sih, ada orang yang ga seneng ketika temannya berhasil menemukan hal yang menyenangkan dalam hidupnya. Case paling gampang, ya, gue. Gue suka AKB juga awalnya gara-gara kepo aja. Gaada alesan lain. Ya. Gaada.

Gue cuma lagi bosen dan iseng browsing. Sebagai anak yang agak introvert dan gak punya banyak temen yang bisa diajak main setiap saat, gue emang banyak menghabiskan waktu dengan browsing. Singkat cerita, gue merasa kagum dengan AKB dan mulai meng-idola-kan dua orang. Sebut saja Akicha dan Nattsun. Bahkan berniat mendukung mereka besar-besaran.

Dan jujur, itu ngebuat gue seneng. Yah, gue emang gak bisa memaksakan kalian untuk menyenangi hal yang gue suka. Tapi setau gue, urusan suka itu, udah Hak seseorang yang gak bisa di ganggu gugat. Sama kaya perubahan, itu juga hak. Yang selama itu baik, ya di dukung lah.

Gue pribadi merasa banyak nilai positif yang gue dapet. Well, kecuali untuk boros. Tapi gue jadi lebih menghargai setiap peser uang gue. Terbukti, walau gue cukup boros, apalagi ketika urusan vote dalam pemilihan, tabungan gue berkembang cukup baik kok. Kenaikannya signifikan dibanding sebelum gue kenal dunia AKB.

Gue juga banyak memetik pelajaran tentang kerja keras, dan, ah, sudahlah. Ini lama-lama terlalu subyektif.

Intinya, kalau emang ada orang yang terganggu sama perubahan dalam diri lo, ya, berarti mereka emang bukan temen. Mereka cuma orang yang dekat dengan lo karena ada hal yang mereka sukai. Tapi, mereka menganggap lo berubah cuma karena hal itu tertutupi dengan hal lain.

Buat gue, yah, it's ok. Berarti kan jadi makin kelihatan mana yang tulus dan mana yang engga. Keliatan mana yang berteman karena faktor tertentu dan bukan karena dia sreg sama lo. Untungnya, gue masih punya beberapa, ya sedikit memang, orang yang bener-bener temen gue lah istilahnya.

Oh iya, kalo emang ada yang gak suka dengan yang gue tweet ya, ok. Gue juga lagi berusaha untuk memperbaiki tweet gue. Tapi kalo, contoh lah, Instagram. Itu emang bukan akun yang gue bikin untuk gue pribadi kok. Gue bikin itu emang untuk share tentang idol yang gue suka. Disitu pun ada banyak foto yang gak berhubungan sama ekebi dan sejenisnya.

Kembali gue tekankan, bahwa gapernah ada yang salah sama perubahan. Karena ada yang pernah bilang kaya gini

"Ga ada sesuatu yang abadi di dunia ini, kecuali perubahan itu sendiri"

So, perubahan emang bukan sesuatu yang bisa dihindari. Jadi terima dan jalanilah perubahan itu. Kalau emang udah agak menyimpang, boleh lah bantu diluruskan. Misal, well, gue terlalu sering meng-upload foto gravure. Dan seorang teman yang baik telah memperingatkan. Foila! Gue berusaha untuk berhenti melakukannya.

Jadi, jangan takut untuk berubah atau melihat teman kalian berubah. Semua itu, pasti untuk kebaikan kedepannya kok.

Dan gue, emang orang yang apa adanya sih. Ketika gue lagi suka sesuatu, tanpa harus gue pertegas pun, seluruh dunia bisa tau apa yang gue suka. Berarti kan gue jujur dan gak 'bersandiwara' #MemujiDiriSendiri

Ah, kalo emang ada yang baca sampe akhir, makasih banget ya. Sabar aja kalo emang sedikit ngawur dan kalian anggap gajelas. Karena emang gitu lah gue. Daridulu pun, tetap seperti ini^^

Ciao!