TENTANG 「和-WA」
Wa merupakan salah satu kata yang sangat penting sebagai kata kunci untukmemahami jiwa atau spiritual orang Jepang. Seorang bernama 聖徳太子~Shotoku Taishi adalah orang pertama yang membuat dasar konstitusi "Undang-undang 17 pasal"pada tahun 604 dan didalamnya termaktub pasal 1 yang berbunyi 「和をもて尊しとなす」, yang artinya keharmonian itu merupakan nilai yang hakiki. Bersamaan dengan pemerintahan yang fair/adil dalam keluarga istana itulah kata WA ini yang menjadi dasar pemikiran atas undang-undang. Undang-undang ini dibuat sebagai dasar ajaran konfusianisme dan Budha, kemudian terbentuklah dasar intelektual bagi hukum nasional Jepang. Pada saat itu, pertanian (tanam padi) merupakan dasar ekonomi Jepang, dan WA dipandang sebagai faktor utama bagi pentingnya kerja sama dalam bidang pertanian. Perasaan orang Jepang mengutamakan WA berasal dari hal pernyataan diri, argumen, atau konfrontasi yang terletak dalam latar belakang sejarah dan budayanya.
Adapun makna kata WA dalam kamus besar bahasa Jepang sekarang adalah sbb:
1. Kalem, tenang
2. Damai
3. Perpaduan atau harmoni (terpadu dengan baik)
4. Jepang/kejepangan (bahasa Yamato). Contoh: Wafuku (baju Jepang), Wasei (buatan Jepang), Wayaku (terjemahan bahasa Jepang), Wafu (ala Jepang), dst.
-emhas-