TENTANG SUSHI | 日本とインドネシア★知ろう人☆

TENTANG SUSHI

Buat rekan-rekan yang ingin tahu tentang makanan
Jepang (SUSHI), saya informasikan data cuplikan dari:
http://www.ppi- niigata.org/ artikel1. php
(lengkap dari sejarah, aneka ragam, sampai cara
masak/makan)

Sejarah Sushi

Konon kebiasaan mengawetkan ikan dengan menggunakan
beras dan cuka berasal dari daerah pegunungan di Asia
Tenggara, sedangkan sushi seperti Nigirizushi yang
dikenal sekarang ini baru dikenal di Jepang pada zaman
Edo.

Sebelum zaman Edo, sebagian besar sushi yang dikenal
di Jepang adalah jenis Oshizushi (sushi yang dipres).
Orang Jepang zaman dulu mungkin kuat makan sehingga
sushi selalu dihidangkan dalam porsi besar. Sushi
sebanyak 1 kan (1 porsi) setara dengan 9 kan (9 porsi)
sushi zaman sekarang, atau kira-kira sama dengan 18
kepal sushi (360 gram). Satu porsi sushi zaman dulu
yang disebut Ikkanzushi mempunyai neta yang terdiri
dari 9 jenis makanan laut atau lebih.

Pada zaman Edo periode akhir, di Jepang mulai dikenal
cikal bakal Nigirizushi yang ukuran porsinya sudah
dikurangi agar sushi lebih mudah dinikmati. Seorang
ahli sushi bernama Hanaya Yohei menciptakan sushi
jenis baru yang merupakan cikal bakal Edomaezushi,
tapi kabarnya sushi yang diciptakan masih berukuran
besar mirip Onigiri. Pada masa itu, teknik pendinginan
masih belum maju sehingga ikan yang didapat dari laut
sekitar Jepang harus diolah dulu agar tidak rusak
sebelum dijadikan sushi.

Sampai tahun 1970-an sushi masih merupakan makanan
mewah di Jepang. Pada umumnya rakyat biasa hanya
menikmati sushi untuk merayakan acara-acara khusus,
itu pun hanya sushi pesan-antar. Di dalam komik Jepang
zaman itu sering digambarkan pekerja kantor yang
pulang tengah malam ke rumah dalam keadaan mabuk
membawa oleh-oleh sushi untuk menyogok istri yang
menunggu di rumah agar tidak marah.

Walapun restoran model Kaitenzushi yang pertama dibuka
pada tahun 1958 di Osaka, penyebarannya ke
daerah-daerah lain di Jepang memakan waktu lama. Makan
sushi sebagai acara yang bisa dinikmati seluruh
anggota keluarga akhirnya terwujud di tahun 1980-an
seiring dengan makin meluasnya Kaitenzushi di seluruh
Jepang. Walaupun demikian, sampai saat ini makan sushi
di restoran sushi tradisional tetap merupakan barang
mewah di Jepang.

Keberhasilan Kaitenzushi mendorong perusahaan makanan
untuk memperkenalkan berbagai macam bumbu sushi instan
yang memudahkan ibu rumah tangga membuat sushi di
rumah. Chirashizushi atau Temakizushi dapat dibuat
dengan bumbu instan ditambah nasi, makanan laut,
Tamagoyaki dan Nori.

sumber: artikel dari situs PPI-Niigata

-emhas-