The song from Your Heart
The Song from Your Heart
“Heh.. piano?” ujar seorang gadis berambut hitam sebahu.
“Iya.. tante ku memberikan pianonya.. ayahku ingin ku bisa memainkan sebuah lagu pada saat kakakku yang laki-laki menikah.” Ujar sahabatnya yang duduk tak jauh dari dirinya.
“Tunggu.. itu berarti.. 2 bulan lagi?? Pernikaham kakak mu kan?”
“Iya.. makanya ku bingung… Reinne!!! Apa yang harus kulakukan????!!!” dia terlihat kebingungan.
“BTW lagu apa yang pingin kakak dibawakan pas pernikahan kakak mu?”
“Utada Hikaru – first love.. lagu lama sih.. tapi dia demen banget!”
“Owh… kenapa gak nyoba main sendiri?”
“Heh!” dia berdiri dan menatap sahabatnya yang bernama Reinne tajam, gadis itu kaget. “Kalau gue bisa gue gak mungkin ngeluh!”
“Iya juga yah..” gadis bernama Reinne lalu menyeruput minumannya.
.
.
“Resna!! Jangan lupa!!! Utada hikaru yah!! Kau kudu bisa!!”
“Iya deh…. Kalau gak bisa?”
“Gak usah dating dipernikahanku!”
“Apa??? PELIT!!!!”
“Heheehee.. iya dunk!!”
.
.
Gadis itu berjalan menyusuri kota Tokyo di musim dingin, dia mencari tempat kursus piano dalam waktu yang singkat. Matanya mendapati sebuah tempat bernama “Piano Heart” di atas bangunan. Tempat yang terbilang sederhana namun tertata rapih. Langkah kakinya memasuki tempat tersebut. Tetapi ia tak lupa membunyikan bel.
“Selamat datang.” Ucap seorang pramuniaga di tempat itu.
“Ah iya..” Jawabnya.
“Ada yang bisa saya bantu? Anda ingin les piano?”
“Ah iya..”
“Tolong isi data lengkap anda disini dan cantumkan level anda.. saya akan carikan guru yang sesuai dengan data anda.”
“Baiklah..” gadis itu mengisi formulir dan si pramuniaga kembali dan mengambil data tersebut.
“Resna-san.. oke.. ikut saya.. kebetulan masih ada seorang guru piano di tempat kami yang masih belum pulang.” Mereka menaiki tangga kecil dan masuk ke sebuah ruangan berukuran 4X6m, di tempat itu terlihat seseorang yang berdiri di depan jendela, tangannya menyentuh jendela yang beku akibat salju, tatapannya lurus ke luar.
“Mao-san.. perkenalkan.. ini murid anda yang baru.” Ujar si pramuniaga itu.
“Ah iya..” lelaki yang berusia sekitar 22 tahun itu membalikan tubuhnya menatap 2 orang gadis yang berdiri didepan pintu. Dia melepas kacamatanya dan mengambil secangkir kopi dan meminumnya, “Dingin yah sore ini.” Ujarnya.
“Ah! Iya Mao-senpai! Oh iya.. gadis ini bernama Resna Kawaguchi.. dia murid mu yang baru.. oh yah.. dial um pernah main piano sama sekali..”
“Baiklah.. tinggalkan kami.. dan kamu.. ayo mendekat.” Ujarnya ramah. Gadis bernama Resna itu terlihat gugup, dan dia berjalan ke tempat pemuda itu berdiri.
“Resna.. mohon bantuannya..” ujarnya lalu membungkukkan diri.
“Mao.. yoroshiku ne..”
.
.
Esok harinya..
“Kau dapet gurunya?? Cakep gak?” ujar gadis bernama Reinne.
“Lumayan.. malam ini dia mau ke rumah.”
“Kok ke rumah?”
“Ku minta privat ke dia..”
“Waw.. kau bisa minta lebih dunk!” reinne tertawa.
“APAAA!!!!” resna melotot.
“Kali aja kan?? Kau kan jomblo!”
“Kau juga!”
“Gak dunk!! Gue baru aja jadian ma seorang gitaris di kampus ku! Ganteng loh! Namanya shinji!!”
“Apaaaa???? Kenapa gak bilang????!”
“Males ah!!!”
“Reinne!!! Ihh!!!!”
.
.
Salju malam itu semakin menumpuk, Resna menunggu gurunya memberikan les pianonya pada jam 8 malam, tetapi jam sudah menunjukkan jam 9 dan pemuda itu belum menampakkan diri.
“Kemanakah dia?” Pikirnya.
“Mana guru les lo?!” ejek sang kakak.
“Tau! Nyasar kali..”
“Mungkin dia takut ngajar lo yang seorang juara tekwondo yang banting setir pengen main piano di pernikahan gue!” ledeknya.
“Lo sih iseng kak! Udah tau gue gak bisa main! Masih aja disuruh!”
“Gue kan pengen liat lo alim pas pernikahan gue.. sabar resna-chan… eh.. mungkin dia tuh.. gue bukain pintu yah..” kakaknya membukakan pintu dan mendapati sebuah pemuda bermantel hitam dan tersenyum.
“Maaf.. aku telat..” Ucapnya lalu membungkukkan badan.
“Gak apa-apa.. dia masih menunggumu.. sana ke atas..”
“Ah iya..” pemuda itu naik keatas dan membuka pelan ruangan itu, dia melihat seorang gadis itu duduk di depan piano itu.
“Maaf telat.. tadi terjadi badai salju.”
“Tidak apa-apa..” Ujarnya.
“Oh ya.. kau mau main apa? Lagunya..”
“First love by Utada Hikaru.” Ujarnya sambil mencoba memainkan jarinya di piano itu.
“Owh.. oke.. btw lo pernah denger kan lagunya dengan irama piano?”
“Pernah.. sekarang lagu itu ada di mp3 ku..” ujarnya.
“Putarkan lagu itu.” Gadis itu menurut dan tangannya mengambil dan mencari lagu itu, terputarlah hingga selesai.
“Oke..” ujar Mao. “sekarang kau duduk disini, dan cobalah memainkan dengan caramu.”
“Apa?? Aku tak bisa main piano!”
“Tidak bisa? Sama sekali?”
“Iya!! Kalau bisa buat apa ku panggil kau?!”
“Yasudah.. aku akan memainkan sedikit iramanya, tolong lihatlah..” dia memainkan nada itu.
“Aku tidak bisa main alat musik, piano itu diberikan oleh tanteku..” permainan mao pun terhenti.
“Wah!! Baiklah.. 2 minggu untuk menghapal not baloknya. Ini bukunya. Aku akan kembali 1 minggu lagi.. untuk melihat perkembanganmu..”
“Hei! Kau bodoh yah?? Meninggalkan ku seperti ini? aku menyewamu!”
“Iya.. aku tahu.. tapi cobalah.. bye..” pemuda itu keluar kamar.
“….”
.
.
1 minggu berlalu
Pemuda itu pun balik lagi ke rumah itu dan mendapati bahwa muridnya bisa melewati tantangannya.
“Oke.. kau berhasil.. aku akan berikan lagu ini.. ini lagu buatan ku.. Aikagi.. versi piano.. pelajari ini.. sebab bassist kami belum mencobanya. Waktunya 3 minggu, 3 minggu lagi aku balik. Bye..”
“Hei!! Mao!!!” pemuda itu mendiamkannya.
.
.
3 minggu berlalu..
“Aku bisa! Dan kapan ku bisa mulia memainkan first love!”
“Kau jenius! Bagus lah.. tugas ku selesai..”
“Apa?? Maksudmu?”
“Kau itu.. aku memberikan kau lagu yang lumayan susah kau bisa melakukannya, kenapa kau tidak bisa main first love? Itukan mudah..”
“Kok? maksudmu?”
“Aku menantangmu.. untuk bisa bermain piano dengan caramu.. kau tak sadar?” ujarnya.
“Kau menipu ku?!” ujar Resna yang terasa mau meledak.
“Iya..” plakk.. sebuah tamparan hinggap di pipi Mao.
“Kirain kau sungguh-sungguh mengajari ku! Ternyata!! Kecewa aku!!” gadis itu keluar dari ruangan kelas piano itu.
.
.
Sekitar seminggu Mao tak berkunjung ke tempat itu.. tetapi tepat malam ke delapan dia datang dan membawakan sekotak black forest ke gadis itu.
“Maaf.. akhir-akhir ini ku banyak masalah..”
“Owh…” gadis itu memaklumi.
“Oh ya.. kau sudah bisa main lagu itu?”
“Sedikit.”
“Coba.. oh yah! Bagaimana kalau kita buat kesepakatan dulu!”
“Maksudnya?”
“Begini.. kalau kau salah memainkan 1 not balok saja kau harus dapat ganjarannya?”
“Eh?” resna bingung.
“Iya? Aku akan membuat hukuman mu menjadi berwarna.. bersiaplah..” Mao lalu membuka isi tasnya dan memakai kacamatanya, dia terlihat imut dengan kacamata itu, dan tangannya mengambil sebuah penggaris. “Ayo mulai.” Gadis itu ragu lalu menyentuk piano itu dan memencetnya. Awalnya lancer, tetapi ia melupakan sebuah nada, “Plakk.” Tangannya di pukul, dia kaget dan menatap Mao.
“Apa?”
“Sudah jelas salah..”
“Bagian mananya?”
“Bagian sini..” Dia menundukkan tubuhnya dan bibirnya mengecup bibirnya yang merah, gadis itu kaget, lalu menampar pipinya.
“Apa-apaaann???!!” dia mundur.
“Salah satu permainan kita.. jika kau salah memainkan nada maka kau akan menerima “hadiah” dari ku.. bisa apa saja..”
“Jangan bodoh yah! Aku tak sudi!”
“Kau tidak bisa berkutik.. oh ya.. kakak mu tadi pergi.. dia menitipkan kau padaku..” gadis itu tatapannya menjadi ketakutan, tetapi dia berusaha tenang.
“Coba lagi..”
“Cukup!!” ia lalu mengusir pemuda itu.
“Oke..” tapi.. permainan kita akan terus berjalan..”
.
“Aku tak bisa!” ujarnya ketika sampai di ruangan tempat dia bertemu Mao pertama kali.
“Maksud mu?”
“Aku tak bisa menghapalnya.. kenapa setiap aku ingin menghapalnya kau selalu muncul dipikiranku!”
“Karena kau menyukai ku..”
“Jangan bercanda!! Kita jarang bertemu!”
“Tapi kenapa kalau bertemu dengan ku jantungmu selalu berdebar?” resna kaget, pemuda itu terasa bisa membaca pikirannya.
“Ti.. tidak!”
“Jangan bohong.. atau gak.. kau ini sebenarnya ingin berlatih piano gara-gara aku kan?”
“Ketauan.. iya.. kau ini mirip sekali dengan mantan pacarku.. aku jadi salting denganmu.. dan ketika kau mengecup bibirku kau terlihat seperti dia.. mirip sekali..”
“Ah?” mao bingung. Lalu tersenyum. “latihan dimulai.” Gadis itu menekan nada tetapi salah, Mao langsung menghadiahkan sebuah kecupan hangat di bibirnya. Begitu juga dengan nada ke tiga sampai ke lima.
“Kau beringas sekali!” ujar Resna.
“Kau yang memulai.. aku yang akan menuntasknnya..” ujar Mao, kini tangannya memegang leher gadis itu yang putih seputih salju dan menempelkan bibirnya dan membuat kissmark disana, dia mendesah.
“Ma.. mao…”
“Sabarlah…”
“I love you..” matanya menatap mata Mao dengan tatapan liar.
“Ternyata.. aku memang tak bisa main-main denganmu..” ujar Mao. Mao melepaskan tubuh gadis itu dan menekan piano dan memainkan lagu first love untuknya.
“Kau keren sekali..” ujarnya.
“Lagu ini kudedikasikan untukmu.. untuk pacar baru ku.. untuk mu.. Resna-chan..” Ujar Mao, gadis itu memerah.
“Mao?”
“Iya.. dan sekarang kita akan melihat sejauh mana kau berhasil mengusainya atau malah kau menguasai diriku?” mao tersenyum ala setan.
“Akan ku tunjukan…” Gadis itu membalasnya.
OWARI…
SID at Tokyo Dome
ANYWAY..
IM SO JEALOUS!!!! (/TДT)/
BUT THE DVD SO EXPENSIVE!!! Jebol dah dompet gue.. 。・゚゚・(≧д≦)・゚゚・。
klo ada rejeki dan lagi hujan uang gue beli dah..
shinji youre so expensive and make me broken heart! o(TωT )


