NASIB PEDAGANG KAKI LIMA SAAT PANDEMI (Keraton Solo)

Keraton Solo bukan hanya dikenal sebagai tempat wisata saja, namun kawasan tersebut juga dikenal sebagai tempat untuk mencari nafkah. Di masa pandemi seperti saat ini, Keraton Solo yang ditutup menjadikan kawasan wisata tersebut menjadi sepi.

Dan hal itu sangat berdampak terutama bagi pedagang yang mengasi rezeki di sekitar Keraton Solo. Dampak yang terasa dan sudah berjalan selama 7 bulan ini, adalah penjualan yang menurun.

Salah satu penjual yang mencari nafkah di kawasan Keraton Solo adalah Bapak Gimin. Ia menjajakan kue leker di kawasan wisata tersebut.

Ia mengatakan bahwa sebelum pandemi dalam sehari ia menghabiskan adonan sampai 7 kg, namun hal yang berbeda ia rasakan pada saat pandemi, dimana ia hanya mampu menghabiskan 2-3 kg saja.

Hal yang sama juga menimpa Bapak Wido penjual tahu kupat. Ia mengaku bahwa saat ini pendapatannya hanya sekitar 50.000 saja dalam sehari.


#UMKM #keratonsolo #pedagangkakilima
------------------------------------------
Website: https://www.soloraya.id
FB : https://www.facebook.com/soloraya.id/
IG: https://www.instagram.com/soloraya.co...
Twitter: https://twitter.com/soloraya_id