it's been a very long time since last update yeah ?

my life has been quite a something I think, for these 6 months, I applied as ux designer in local company on the beginning of the year, and then resigned six months after.
the situation was so funny indeed, i won't stay it's stressful but.. it's.. not that challenging ?? or idk, probably because i didn't have much job task back then so.. too much idling and it gaves me itch.

so i quit.

remember what they said "be careful what you wished for", i think it hits on me, now i loose my steady source of money and of course, i have to cut down my expenses, rebuilding my lifestyle again (since I have so many dreams, and that dreams need a lot of cash, and to be honest, being a freelancer didn't give me so much cash like before )

it was hard, yes, but i can't blame anyone, it's my wish after all. but let's see the bright side,

happiness is priceless. yep. there are so many types of happiness, getting money is one of them, get your talent recognize by people is one of them too right (and it's priceless) (the u-waaah senpai noticed me feeling)

i can't say that i am in 100% happy feelings after i quit my job, but i feel more free ?

i can do anything i want, i can change my room's color, i can hit the track everyday, meet new people, have lunch with them, and it's fun.. though, again, it doesn't give me cash.
but this makes me healthier, as a person, than sitting in front of computer for 8hours+.. being caged in cubicle.

my boss said that 'you are a creative you can do anything you want here and there' but, i think he didn't mean it. somehow he wanted to stay at the cubicle as long as we can, so the dilemma goes here and there

after i quit, again, there are so much things i want to do, and more things means more plans and decisions to make,

in these 20s something being afraid to choose the wrong path is like entering the hell, you can't come back, but i always remember that when one door closed there's 1000 doors opening, you have to be more aware that chances all are over you, and believe in God, because He always give us everything what we want, if not, the better.

my parents are quite supportive, though they insist i have to enter a job that is more financial-stable and gives a lot of plus point (insurances and such) but i have to remind myself that my dad is going to retire soon, and that means cut off of income, and probably lack of money to buy dreams. I sound too skeptical and pathetic, yes? but it's reality after all and you can deny it, but to bend with it

so what will i do then?

i am still glad after i quit there are still a lot of people contact me, means they're recognize my works, yes, i am really happy.. still lack of cash, but who knows if this is a beginning for better future ? more people recognize the works more chances to come

cut off the expenses is a lot of things to do, i can't have bubble tea anytime i want and eat in cafe so often, but then, the substitutes are i can learn cooking more, eat healthy food, and get in the track more often


it is happiness indeed






panik

gue ada masalah sama yg namanya panic attack
ceritanya dulu pas sma pernah kena panic attack, karena apa ya, depresi? mungkin, lebih ke nyalahin diri sendiri sih karena gagal masuk kampus gajah duduk hahahaha
waktu itu kena panic attack sampe step.. bunda panik. semua panik.
kepalanya kayaknya kepenuhan trus emosinya juga lagi meluap. ga bisa mikir lurus.

nahh kejadian ini keangkat lagi pas nyaris mau ta/sidang.. tapi untungnya ga sampe fatal kayak dulu. cuma paniknya, bebannya, emosinya.. sama. ah parahnya palingan tiba2 mimisan sehari 2x, gara2 sering begadang dan emosi ga kekontrol ini.
enaknya sekarang gue ada temen2 yg asik seperjuangan. kalo dulu, temen2 gue pada pinter2 dan gue cuma sendirian yg ga masuk ke kandang gajah duduk lol

masa nyaris ta ini paniknya luar biasa panik, overthinkingnya kejauhan, gue ga pede sama sekali.. sama apa yg gue buat, dan bikin (walopun /katanya/ progres gue lumayan) tapi downnya berkali kali.. untung temen2 gue ini, si iron ladies naikin moodnya hebat.. langsung action kayak laporan dibantuin bikinin, data2 dicariin.. Pas kayak gitu gue banjir kayak apeu secara mereka baik skali.. apa ya, kayak small things looks good in small packaging? /ngemeng apa sih/ ya gitu

trus bbrp hari ini gue 'dipaksa' tidur bener sama bunda, ternyata pas bangun2 gue ga sepanik bbrpa minggu lalu.. moodnya tenang, light asik, kalopun tiba2 'kumat' overthinkingnya ga separah dulu..

jadi buat mentemen yg lagi deadline, sempetin lah sehari aja tidur bener buat naikin mood.. karena sangat2 mantep lah, ga misuh2.. ga meledak2 (fyi. gue jadi banci whining twitter banget pas deket2 deadline karena panikan hahaha) maap ya tlist

trus kenapa gue malah nulis beginian bukannya ngerjain panel, si goblog


curcol lagi. bukan TA tapi lebih ke perjuangan dan eksistensi diri.

naoooon.

jadi gue punya dua temen deket dari smp, walopun semenjak sma kita pisah beda-beda, kuliah juga di jalan masing-masing.. tapi chemistry pertemanannya selalu ada. pokoknya rame, senengnya walopun kita bertiga jarang ngobrol / ketemuan, tiap sekali ketemu ya nyambung terus :)

dua temen saya ini, sukses nya minta ampun. kita punya mimpi yang sama, biasalah anak muda jaman sekarang jiwa petualangannya liar, pengen melanglang keluar negeri dll dll.
Temen saya ini udah kemana-mana sedangkan saya masih di sini-sini aja, ga beranjak.. sedih sih.. kalo kita bertiga lagi ngumpul bareng saya mendengarkan dengan antusias cerita mereka,.. lain kali sih pengennya saya yg antusias ceritain cerita saya hahahaha


daripada post ini soal ngiri2an mending bikin post yang bikin ngaca aja ya haha,


mungkin rencanaNya menempatkan saya diantara mereka adalah biar saya bisa ngaca. kayak, "tuh liat temen kamu sukses, ayo dong semangat ah" atau ga biar saya lebih bisa kerja keras LEBIH keras lagi atau malah keberadaan mereka berdua sebenernya adalah 'pintu' bagi saya....

hmm bisa.. bisa...

lagian emang rumput tetangga selalu lebih hijau kan..

dan manusia emang pada umumnya selalu ngeliat kekurangan dirinya (termasuk saya)

kenapa sih saya ga bisa langsing (nah loh ini curcol nya beda lagi hahahah)
kenapa ga bisa sukses kayak temen-temen saya itu
dan banyak pertanyaan lainnya


kalo diliat dr beberapa minggu ini saya..

saya yang salah sih

ga liat waktu. cuek. nga gampangin semuanya. ga profesional pada diri sendiri dan.. dan kurang kerja keras. masih kurang. sangat kurang.

:'|

sering gini nih, sering sekali saya ga belajar dari pengalaman yg dulu. ga liat ke belakang.
maju terus, nekat aja maju..
ibarat kayak naik mobil ga pake kaca spion.. terus aja hajar tapi ga hati-hati.

agak telat sih kalo saya bilang sekarang saatnya mari kita pasang spion.

HARUSNYA, dari entah beberapa yg lalu saya pasang spionnya, jangan langsung tancap gas aja.

masalah kayak gini namanya apa ya? mental breakdown? ngga juga.. low self esteem? hmm mungkin..

jadi inget cerita bapak kemarin, adik saya juga lagi ga pede.. dia pernah gagal dan takut mengalami kegagalan lagi.. padahal setelah bangkit dari kegagalan sebelumnya dia kerja kerasnya patut di apresiasi, saya pun bingung mau nyemangatin dia gimana... soalnya saya juga lagi down juga.

hahah down ? iya kali ya... saking down nya sampe ga mau nyentuh realita.

temen2 saya juga suka bilang "ayo semangat dira" tapi ga ngefek, tetep aja saya ga mau kembali ke realita. passionnya ga ada. jujur, saya ga semangat. makannya saya juga agak gimana ngasi semangat ke adik saya, karena saya tahu yg bisa bikin dia bangkit ya diri dia sendiri.. entah gimana caranya.

cara buat bangkit itu yang masih saya ga bisa temuin..
hedon? udah.. fangirling? ga pernah absen.. ngobrol2 sama temen? juga udah..
atau mungkin saya belum berada di titik paling bawah banget jadinya saya belom bisa lompat ke atas....
jadinya sekarang saya pake mental mobil tanpa spion itu, udahlah hajar aja.. sambil nangis2, sambil nyesek.. kadang-kadang berhenti sesekali (kayak sekarang) buat lihat kebelakang dan suasana sekitar. kemudian tancap gas lagi dan tetap melupakan si spion itu

kalo saya trackback ke belakang.. dan liat ambisi saya dulu...

em..

yang saya kerjain sekarang bukan yg saya pengen.
bukan yang saya 'planning'.. (dan berkali2 planning yg saya tulis 'gagal')
bukan "menguasai dunia"
bukan "membagi pengalaman"
bukan "membuat orang bahagia"


yang saya kerjakan mungkin cenderung 'maksa' sehingga passion dll itu hilang pelan-pelan dan saya pun hilang semangat..




oke, mari kita ngaca lagi.


mungkin,

mungkin kenapa saya dihadapkan susana seperti ini buat bikin sadar "Things aren't go well as planned, bitch!"

atau mungkin ini adalah jalan baru bagi saya.. mungkin saya nantinya akan dihadapkan ke sesuatu yang jauh lebih besar dari ini, atau malah hal ini adalah 'pintu' ke yang saya impikan.

dan Dia ngasi saya ujian ini dulu, cuma buat ngecek, mirip kayak "Oh, lo mau impian lo tercapai? sini gue kasi ujian ini dulu..", saya selalu percaya Dia punya planning besar buat saya. dan Dia selalu memantau kerja keras saya segimana..

percaya saya, Dia selalu ngasi setimpal dari apa yg kamu kerjakan.
saya emang ga percaya sama luck, dan hasil itu ada karena kerja keras. gampang dapet, gampang ilang. hari ini ketawa keras, besok nangis sesenggukan. selalu, semuanya, dalam amount yang sama.

atau mungkin bagian dari rencana Dia adalah, dia pengen liat seberapa fleksibel saya dalam menghadapi masalah. baik masalah luar (cem TA ini) ataupun masalah diri. apakah saya bisa profesional apa ga, bisa disiplin sama diri sendiri apa ga..

karena mungkin di masa depan, inilah yang akan saya hadapi.
society is hard. apalagi di generasi saya yang generasi instan.. dan tes pertama dari Dia mungkin ini.
Gimana caranya target 'bikin orang bahagia' bisa tercapai tapi dengan media yang ga pernah saya planning sebelumnya.. pokoknya segala sesuatu di luar plan. ini cobaan yg menurut saya berat. karena saya orgnya sangat sistematis. step by step.

dan Dia ngeliat saya sudah terlalu nyaman dengan kondisi itu, sehingga BAM! langsung dikasih ujian berupa ini. Plan saya 'dikacaukan' (baik sengaja/ga sengaja).


Ini udah termasuk nyaris dan terlambat. Saya ada jauh di belakang teman-teman saya yang lain. Anggaplah saya baru punya sim dan langsung pake kecepatan 90km/jam. Ga pake spion pula.

Tapi sekarang saya berhenti bentar di rest area. ngeliat kebelakang. memantapkan hati.
Di depan saya lihat jalannya rusak, belom lagi cuaca di luar lagi keras-kerasnya. dan saya harus bisa sampai ke tempat saya di waktu yang -menurut saya- agak maksa dan super mepet.

Goalnya sekarang, mobil ini harus selamat sampai tujuan. Pengemudinya -saya- dan bagasi saya yg selamat. Soalnya di bagasi ada mimpi-mimpi saya. target-target yang saya pingin. Seengganya saya bisa 'simpen' semuanya sampai ke finish. Walaupun ga kepake tapi itu memori yang berharga.

Kalo gitu sekarang mari berangkat lagi, kecepatan sekarang nambah jadi 120km/jam, tetep nekat. Tapi sekarang saya udah tempelin pecahan kaca yang saya temuin di perjalanan saya, pecahannya belom sempurna dan belom bisa jadi spion yang benar.

tapi saya mau belajar.


Tuhan, challenge accepted.