Satu tema yang menarik untuk dibahas pada bulan ini adalah hewan kurban. Mengapa hal itu menjadi penting untuk dibahas? Sebab sebentar lagi kita akan memasuki bulan dzulhijah. Sering kali dikenal sebagai bulan haji. Sebab pada bulan tersebut waktunya dilakukan kegiatan ibadah haji di tanah suci. Puncaknya di tanggal 9 Dzulhijah. Di tanggal tersebut dilaksanakannya wukuf.
Wukuf dilakukan bagi mereka yang mengerjakan ibadah haji di Baitullah. Namun, pada kenyataanya tidak seluruh kaum muslimin bisa melaksanakan ibadah haji pada satu waktu. Mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji pada waktu tanggal 9 Dzulhijah itu akan melaksanakan ibadah puasa sunah. Namanya ibadah puasa arafah selama sehari.
Sedangkan pada tanggal 10 Dzulhijah diperintahkan untuk melaksanakan ibadah shalat idul adha secara berjamaah. Biasanya ibadah tersebut dilaksanakan di tanah lapang atau lapangan yang luas. Tetapi terkadang juga dilaksanakan di masjid yang besar dikarenakan situasi dan kondisi. Saat hujan maka kegiatan shalat idul adha dilakukan di masjid.
Setelah itu, umat muslim melaksanakan ibadah kurban. Penyembelihan hewan kurban dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijah. Bisa juga di tanggal 11,12,dan 13 Dzulhijah. Tanggal tersebut sering disebut sebagai hari tasyrik. Dalam melaksanakan ibadah kurban ini tentunya kita memerlukan hewan kurban. Hewan yang dimaksud ialah kambing, domba, sapi, dan unta.
Hanya saja di nusantara ini hewan berupa unta tidak dipilih. Dikarenakan memang sulit mencari hewan unta. Hewan kurban yang banyak dipilih adalah sapi, kambing, dan domba. Untuk sapi bisa dipakai berkurban sejumlah tujuh orang. Dalam arti maksimal untuk tujuh orang. Bila yang berkorban sapi hanya empat orang atau lima orang atau bahkan 1 orang saja maka boleh-boleh saja. Kalau kambing dan domba untuk kurban seorang saja.
Jauh-jauh hari kita mesti tahu bagaimana tips memilih hewan kurban yang baik dan sehat. Sebab dalam ibadah kurban ini kita mesti tahu betul ilmunya. Kalau kita tidak punya ilmu maka bisa salah dalam memilih hewan kurban. Membahas mengenai cara pemilihan hewan kurban sangatlah penting. Meskipun tidak sulit dalam melakukannya tetapi pengetahuan seperti ini perlu kita ketahui.
Teman-teman, berikut ini beberapa tips dalam memilih hewan kurban yang baik. Selamat menyimaknya.
1. Hewan kurban yang dibeli tidak boleh ada cacat
Kriteria terkait hewan kurban yang tak cacat itu antara lain : tanduknya masih utuh, tidak buta secara jelas butanya, daun telinga hewan kurban utuh, serta tidak pincang. Maka dalam kita memilih hewan kurban harus diperhatikan secara seksama. Jangan terburu-buru dalam memilih dan membeli. Perhatikan betul hewan kurban yang akan dibeli.
2. Umur hewan kurban sudah memenuhi syarat
Syarat terkait umur menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Ini akan berkait dengan sah atau tidaknya hewan kurban. Untuk hewan kurban kambing minimal berumur 1 tahun dan hewan kurban berupa sapi harus berumur minimal 2 tahun. Kalau berumur lebih tentu tidak akan masalah. Akan tetapi kalau umurnya kurang dari syarat tersebut maka timbul persoalan. Akan menjadi lebih aman bila kita perhatikan catatan kelahiran dari hewan kurban yang kita akan beli. Sebab itu akan sangat aman dan valid tentunya.
3. Tidak kurus hewannya
Kita mesti memilih hewan kurban yang tidak kurus alias gemuk. Sebab kalau hewan kurban itu kurus maka akan kesulitan untuk mendapatkan dagingnya. Padahal, setelah hewan kurban itu disembelih maka kita bagikan dagingnya kepada masyarakat luas.
Itulah beberapa tips memilih dan membeli hewan kurban. Semoga artikel sedikit ini mampu memberi manfaat bagi semuanya.
Kisah dalam usaha bisa membaca ayat-ayat atau pun surat di dalam Al-Quran tentu tidak serta merta. Dalam arti kita belajar semalam sudah bisa. Ada proses yang ternyata itu begitu panjang. Tidak bisa cepat seperti membalikkan telapak tangan. Sesuatu yang amat wajar dalam belajar.
Seperti tatkala kita mempelajari hukum tajwid Surat An-Nur ayat 2. Tentu saja kita memiliki tujuan dalam rangka bisa membaca Surat An-Nur ayat 2. Sebab kalau kita tidak punya kemampuan dan pengetahuan terhadap hukum bacaan maka rasanya sulit bisa baca ayat tersebut.
Termasuk pula pada ayat-ayat yang lainnya. Kita perlu memastikan dulu belajar terkait hukum tajwid atau hukum bacaan. Ini menjadi sebuah langkah yang sederhana namun sangat penting. Kepastian atas apa yang kita baca menjadikan keyakinan bahwa yang dibaca itu benar-benar tepat. Sesuai dengan kaidah yang ditetapkan.
Barangkali teman-teman dulu di waktu masih kecil ingat ketika belajar cara membaca Al-Quran. Kita di masjid kala sore bersama teman-teman. Di sana kita mempelajari bagaimana cara membaca Al-Quran yang benar. Bahagia rasanya bisa belajar bersama. Di samping juga kita bisa bermain bersama banyak teman di masjid. Tentunya kalau terlalu ramai dan mengganggu akan ditegur oleh pak ustad atau bu ustadzah.
Pokok permasalahan kita pada langkah sebelum membaca surat An-Nur ayat 2 yakni mengetahui hukum tajwidnya. Kami dengan membaca berbagai sumber mencoba mengulas hukum tajwid apa saja yang ada di dalamnya. Tentu saja kami punya keterbatasan. Bila nanti ada kesalahan mohon kami diberikan koreksi yang membangun.
Di dalam Al-Quran Surat An-Nur ayat 2 itu terdapat banyak hukum tajwid. Kami akan membahas aneka hukum tajwid di dalam surat tersebut. Diantara hukum tajwid di ayat tersebut yakni:
1. Hukum mad thabii, ini terdapat pada lafadz اَلزَّانِيَةُ. Huruf zai yang berharakat fathah tersebut diikuti huruf mad. Dalam hal ini adalah huruf alif. Maka huruf zai dibaca panjang selama 2 harakat.
2. Hukum mad thabii, kembali hukum ini terdapat pada lafadz وَالزَّانِيْ . Huruf nun yang berharakat kasrah diikuti oleh huruf mad. Yang dalam hal ini adalah huruf ya sukun. Dibaca panjang selama 2 harakat saja.
3. Hukum qalqalah sughra. Ini kita temukan pada lafadz فَاجْلِدُوْا. Huruf jim berharakat sukun. Ini menjadikan huruf tersebut dibaca dengan dipantulkan secara ringan. Sebab huruf jim berharakat sukun dan posisinya di tengah ayat.
4. Hukum mad thabii, ini ada di lafadz كُلَّ وَاحِدٍ. Huruf wau yang berharakat fathah diikuti dengan huruf mad. Dalam hal ini adalah huruf alif. Cara membacanya dengan dipanjangkan selama 2 harakat.
5. Hukum idgham bighunnah, kita temukan di lafadz وَاحِدٍ مِّنْهُمَا. Kita semua tahu pada lafadz tersebut huruf dal berhakarat kasrah tanwin bertemu dengan huruf mim bertasydid. Untuk membacanya dengan masuk secara dengung. Tak hanya berdengung tetapi perlu untuk ditahan selama 3 harakat.
6. Hukum mad thabii, ini kita temukan di lafadz وَّلَا. Huruf yang hukumnya mad thabii adalah huruf lam berharakat fathah yang diikuti huruf mad. Dalam hal ini adalah huruf alif. Dengan cara membacanya panjang 2 harakat.
7. Hukum ikhfa syafawi, ini kita temukan pada lafadz كُمْ بِهِمَا. Di potongan ayat tersebut terdapat huruf mim berharakat kasrah bertemu dengan huruf ba. Cara bacanya dengan samar serta berdengung. Juga perlu ditahan selama 3 harakat.
8. Hukum ikhfa, kita temukan di lafadz رَأْفَةٌ فِيْ. Huruf ta berharakat dhamah tanwin bertemu dengan huruf fa. Dengan begitu cara membacanya secara samar-samar serta berdengung. Tidak lupa pula untuk ditahan selama 3 harakat.
9. Hukum tarqiq, kita temukan di lafadz دِيْنِ اللّٰهِ . Pada lafaz Allah sebelumnya ada huruf huruf nun yang memiliki harakat kasrah. Kemudian untuk cara membacanya dengan tipis.
10. Hukum mad lin, kita temukan di lafadz وَالْيَوْمِ. Huruf wau sukun pada sebelumnya ada huruf ya berharakat fathah. Maka cara membacanya panjang 2 harakat.
Itulah beberapa hukum tajwid yang ada di dalam Al-Quran Surat An-Nur ayat 2. Kita perlu mendalami hukum tajwidnya supaya kita bisa membaca Al-Quran dengan benar. Sesuai kaidah yang telah ditetapkan yaitu tajwid.
Bacaan kita pun nanti akan menjadi baik dan benar. Istilah yang umum adalah kita memiliki bacaan yang tartil. Kalau teman-teman berlomba nanti bisa menjadi juara tartil. Setidaknya kita bisa praktekkan bacaan kita dalam kehidupan sehari-hari.
Kita perlu bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Kita saat ini sudah bisa membaca tulisan. Tidak hanya membaca. Menulis pun bisa. Dengan kemampuan seperti itu kita bisa melakukan banyak hal. Termasuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi contohnya. Selain itu, masih banyak lagi manfaat dari kemampuan membaca dan menulis ini.
Sukses dalam kehidupan dapat diraih dengan salah satunya ilmu. Menjadi orang berilmu memang membuat bahagia. Hidupnya akan penuh dengan kebahagiaan. Tidaklah salah kalau banyak orang yang rela untuk mengeluarkan hartanya hanya untuk membiayai menuntut ilmu. Di samping memang melakukan ikhtiar atau usaha secara sungguh-sungguh menjadi langkah yang tak boleh dilupa. Usaha keras dan cerdas juga bisa menjadi pembuka pintu kesuksesan.
Tetapi membaca bacaan istighfar juga tidak kalah penting. Istighfar adalah doa. Sebagaimana sudah sering kita dengar dari banyak orang. Termasuk kita pun juga mungkin sudah pernah membaca sendiri dari buku atau pun lainnya. Peranan doa dalam membawa nasib seseorang menjadi manusia sukses memang tidak bisa dibantah.
Semua orang sepakat atas hal itu. Bahwa doa memang sangat berperan untuk membuat kehidupan seseorang menjadi sukses. Termasuk diantara doa yang penting itu ialah istighfar. Diantara manfaat dari bacaan istighfar ini yakni:
1. Akan mendapat ampunan dari dosa
Manusia yang hidup di alam semesta ini siapa sih yang tidak punya dosa. Saya yakin semuanya punya. Entah besar kecilnya. Maupun pula banyak dan sedikitnya. Dosa-dosa yang kita miliki ini tentu akan menjadi beban. Perlu untuk memohon ampunan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Dengan kita membaca istighfar maka kita telah memohon ampunan kepada-Nya.
2. Dapat menghindarkan diri dari azab yang berbahaya
Kesalahan dan dosa hanyalah mengundang azab yang berbahaya. Bukannya kita mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan dengan dosa yang diperbuat. Akan tetapi malah akan mengundang sebaliknya. Azab yang berbahaya malah bisa menghampiri kepada mereka para pelaku dosa. Maka satu cara penting untuk menghindarkan hal tersebut yakni dengan kita membaca istighfar. Bukan hanya membaca sekali atau dua kali saja. Akan tetapi, membaca istighfar sebanyak mungkin. Lebih banyak akan lebih baik.
3. Memperoleh keberkahan hidup
Berkah itu amat penting. Dengan keberkahan dalam hidup maka kita bisa menjalani segala aktivitas dengan sebaik mungkin. Apa yang kita rasakan tentu sangatlah bahagia. Membaca banyak istighfar akan memberikan keberkahan hidup kepada kita manusia yang beriman.
4. Hati menjadi tenang
Membaca istighfar hendaknya juga sesuai tajwid. Supaya bisa lebih khusyuk. Ketenangan merupakan barang yang berharga. Bagi mereka yang hidupnya sering gelisah maka ketenangan menjadi seolah-olah barang mahal. Dengan memperbanyak membaca istighfar kita akan memperoleh ketenangan. Hidup menjadi tenang tentu efeknya amat luar biasa. Kehidupan akan menjadi semakin mudah untuk meraih sukses.
5. Memperbanyak limpahan rezeki
Siapa sih orang di dunia ini yang tidak ingin mendapat rezeki melimpah. Kita sering melihat orang berangkat sebelum subuh dan pulangnya pun sudah malam. Selepas waktu shalat isya. Itu semua dalam rangka untuk memperoleh rezeki yang berlimpah. Tetapi ada sebab lainnya yang bisa membuat rezeki kita menjadi melimpah. Cara lain itu ialah dengan kita memperbanyak bacaan istighfar. Dengan rezeki yang melimpah tentu hidup seseorang akan semakin bahagia dan sejahtera. Idaman setiap insan di dunia.
Beruntunglah diantara kita yang suka beribadah dan berdoa. Salah satunya suka membaca istighfar setiap saat. Apalagi kalau sudah merutinkan diri bisa membaca istighfar sebanyak-banyaknya. Tentu kehidupannya akan penuh bahagia. Di dunia ini sudah merasakan bahagia. Terlebih lagi saat di alam akhirat kelak.
Bagaimana kabar hari ini sobat semuanya? Kita bersyukur banyak nikmat yang telah kita terima. Hari-hari kita dijalani dengan berbagai kemudahan dalam berbagai aktivitas. Sangat perlu kita merenungi tentang apa saja yang kita nikmati. Dengan perenungan tersebut maka nantinya kita akan semakin bersyukur atas nikmat-nikmat Allah subhanahu wa ta'ala. Menjadi hamba yang mampu bersyukur atas nikmat-nikmat yang diberikan-Nya tentunya sebuah prestasi diri yang luar biasa. Tidak banyak orang yang mampu untuk bersyukur atas segala nikmat itu.
Kali ini, ada sebuah hal yang perlu kami bahas. Ada yang belum mengetahui tentang tulisan arab la tahzan innallaha ma'ana dan juga artinya. Tidak semua sobat semua yang mengetahui tulisan arabnya bukan? Padahal, sering kita mendengar orang yang membaca lafal tersebut. Di dalam berbagai tulisan di internet pun kadang kita ketemukan. Nah, inilah yang menjadi latar belakang dalam pembahasan kita kali ini.
Langsung saja, mengenai tulisan arab la tahzan innallaha ma'ana bisa sobat simak di bawah ini:

Sedangkan mengenai artinya adalah Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. Itulah artinya dari lafadz yang banyak menjadi pertanyaan.
Sebenarnya lafadz tersebut berasal dari ayat Al-Quran. Tepatnya pada Surat At-Taubah ayat 40 yang artinya: Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah); sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, “Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammad) dan membantu dengan bala tentara (malaikat-malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah. Dan firman Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
Lafadz la tahzan innallaha ma'ana akhirnya bisa kita pahami. Baik mengenai tulisan arabnya maupun arti atau terjemahan lafadz tersebut dalam bahasa Indonesia. Maklumlah, masih banyak orang yang belum mengerti mengenai bahasa Arab ini. Namun, dengan adanya pembahasan seperti sekarang ini maka sangatlah membantu pembaca dimana pun mereka berada.
Sobat semuanya, kita mau membahas aamiin allahumma aamiin tulisan arab dan artinya. Tentu bagi kita semua lafadz tersebut bukanlah hal yang baru. Sebab di banyak kesempatan kita sering mendengarnya. Utamanya pada majlis-majlis ilmu. Seperti pada saat kita sedang mengikuti pengajian.
Karena begitu seringnya kita mendengar ucapan aamiin allahumma aamiin ini. Maka sobat ngaji semua tentunya pingin tahu tulisan arabnya seperti apa. Sebagaimana yang kita ketahui bahwasannya ucapan tersebut asalnya dari bahasa arab. Mengetahui tulisan dalam bahasa arab menjadi hal yang amat penting.
Sobat semuanya yang semoga selalu berbahagia dan sejahtera. Untuk tulisan arab dari lafad aamiin allahumma aamiin bisa disimak berikut ini.

Seperti itulah tulisan arabnya. Kita telah hilang rasa penasaran terkait hal itu. Saat mengetahui bagaimana tulisan arabnya maka untuk membaca lafad tersebut menjadi hal yang lebih mudah. Sebab kita tahu bagaimana mengucapkannya secara bahasa arab. Kita menjadi fasih terkait dalam mengucapkannya.
Sekarang, kita juga ingin tahu arti atau terjemah dalam bahasa Indonesia. Bukan sekedar tahu tulisannya saja. Bila mana kita mengetahui arti atau terjemahannya maka kita akan semakin nyaman. Kala mengucapkannya diiringi pengetahuan akan arti dari apa yang dibaca.
Mengenai arti dari amin allahumma amin adalah kabulkanlah ya Allah kabulkanlah. Atau bisa pula diartikan kabulkanlah ya Allah kabulkanlah. Itulah terjemah dalam bahasa Indonesia. Mudah-mudahan memberi manfaat buat sobat semua yang membacanya.
Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Doa selamat sangat penting untuk kita pelajari. Dalam kehidupan kita selalu menginginkan kebahagiaan dan keselamatan. Tak ada satu orang pun yang tidak mengharapkan bahagia di dalam kehidupannya. Berbagai cara dilakukan oleh manusia untuk meraih bahagia. Dari cara yang halal hingga cara yang haram.
Contoh cara yang haram, misalnya saja seorang pencuri yang dengan berani mencuri sebuah barang yang mahal. Harapan si pencuri tersebut bila dia berhasil mencuri maka ia akan memperoleh barang yang bila dijual ia akan memperoleh uang. Dengan uang itu ia bisa membeli apa saja yang diinginkan. Padahal, tatkala mendapatkan uang itu maka hatinya tidak akan tenteram. Gelisah dan resah selalu menyelimutinya. Belum lagi ia bisa tertangkap dan dihukum akibat perbuatannya.
Untuk contoh mencari kebahagiaan yang halal, sebagai permisalannya ada seseorang yang bernama Yusuf yang berprofesi sebagai seorang karyawan swasta sebuah perkantoran. Ia berangkat pagi dan mulai bekerja pukul 07.30 WIB. Pulang kerja pukul 15.30 WIB. Sampai di rumah sekitar pukul 16.40 WIB. Sesampainya di rumah ia langsung pergi ke kios dekat rumahnya untuk jualan pulsa dan aksesoris komputer.
Di kiosnya itu ia pun membuka jasa servis komputer dan printer. Kiosnya tutup jam 10 malam. Hal ini dilakukannya setiap hari terkecuali pada hari sabtu. Ia berharap dapat mendapatkan uang berlebih dengan usaha sampingannya. Dengan itu, ia berharap bisa membangun rumah baru dan mampu membeli mobil baru. Tidak lupa ia pun ingin berangkat haji bersama keluarganya tercinta. Kesemuanya itu baginya adalah sebuah kebahagiaan.
Dari dua cara yang ditempuh tersebut, tentu saja yang diridhai oleh Allah Swt. hanyalah yang kedua. Cara inilah yang menjadikan bahagia dan selamat. Tidak hanya ikhtiar saja yang perlu dilakukan. Berdoa ternyata tidak kalah pentingnya.
Doa sangat bermanfaat atas segala yang belum terjadi dan yang telah terjadi. Maka, membaca doa selamat perlu kita lakukan. Tidak hanya itu penting sekali untuk dirutinkan. Bagaimana lafaznya? Berikut silakan disimak.

Latinnya :
RABBANAA AATINAA FIDDUN YAA HASANAH, WA FIL AAKHIRATI HASANAH, WAQINAA ‘ADZAA BAN NAAR.
Artinya :
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
Doa tersebut hendaknya kita baca setiap hari. Terutama sesudah menjalankan shalat wajib lima waktu. Jangan dilupakan doa ini. Bagus juga bila saat ada memulai pelajaran di sekolah membaca doa ini. Tatkala di hari jumat, khotib shalat jumat pun sangat sering membacanya. Baik, semoga menambah perbendaharaan ilmu tentang doa. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Bacaan doa sebelum makan penting untuk dipelajari. Mengapa? Sebab makan adalah aktivitas sehari-hari yang tidak bisa ditinggalkan. Setiap yang hidup pasti membutuhkan makan. Sebagai aktivitas harian kita sering mengabaikannya dan tidak pernah mau memikirkannya. Padahal, makan adalah sumber pokok hidup, makan sangat menentukan hidup.
Apakah hidup kita akan sehat atau sakit, sangat ditentukan oleh makanan yang kita makan. Makanan yang cukup dan bergizi akan berpengaruh positif pada kemampuan fisik dan mental, sedangkan makanan yang kurang bergizi akan membuat fisik dan mental menjadi lemah.
Apakah perilaku kita akan baik atau buruk, juga sangat ditentukan oleh jenis makanan yang kita konsumsi. Makanan yang halal akan membuat konsumennya memiliki etos halal dan mudah melakukan perbuatan yang halal serta menentang terhadap perbuatan yang haram.
Sebaliknya, makanan yang haram meskipun bergizi, tentu akan mendorong konsumennya mudah melakukan perbuatan haram. Apakah jiwa kita akan tenang atau gelisah, itu juga sangat ditentukan oleh makanan yang masuk ke perut kita.
Nabi Muhammad menjelaskan: “Sesungguhnya, hati itu akan merasa tenang terhadap yang halal dan tidak akan tenang terhadap yang haram.”(HR.Thabrani).
Hadits tersebut memberi petunjuk kepada kita bahwa makanan yang halal akan menimbulkan ketenangan hati dan batin kita. Sebaliknya, makanan yang haram atau yang diperoleh dengan cara yang haram akan mengakibatkan keresahan, kecemasan, dan kegelisahan.
Apakah keturunan kita akan berbentuk menjadi anak yang shalih atau durhaka, sangat ditentukan oleh sumber makanan yang kita makan. Apakah zat-zat gizi yang membentuk organ tubuh seseorang itu berasal dari makanan haram, sudah tentu menghasilkan keturunan yang haram juga.
Begitulah, makanan memiliki andil yang sangat besar dalam kehidupan fisik kita, tapi ia juga berpengaruh terhadap sikap mental dan kepribadian diri kita. Fakta ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa makanan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap tubuh, jiwa, emosi, dan akal. Karena itu, sudah semestinya jika kita menaruh perhatian yang besar terhadap masalah makanan ini.
Allah berfirman dalam Al Quran surah Abasa ayat 24:
فَلۡیَنۡظُرِ الۡاِنۡسَانُ اِلٰی طَعَامِہٖۤ
Artinya:
“Maka, seharusnya manusia memerhatikan makanannya.” (QS. Abasa ayat 24).
Bagaimana agar makanan yang masuk ke tubuh kita mendapat keberkahan sehingga menghasilkan dan kemaslahatan? Salah satu upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan berdoa. Yaitu dengan mengucapkan atau membaca doa sebelum makan sebagaimana diajarkan Rasulullah ketika hendak makan.
Bacaan Doa Sebelum Makan Arab
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Bacaan Doa Sebelum Makan Latin
“Alaahumma barik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa ‘adzaa bannar”
Arti Doa Sebelum Makan
“Ya Allah, berkahilah untukku dalam sesuatu yang Engkau rezekikan kepadaku, dan peliharalah aku dari siksa neraka.”
Sebagai umat muslim, barangkali kita telah sangat akrab dengan doa makan di atas. Begitu pula dengan anak-anak kita. Sejak dini mereka juga sudah diajarkan untuk menghafalkan doa sebelum makan ini, baik melalui pembelajaran di rumah, madrasah, atau sekolah.
Baiklah, sekarang marilah kita cermati makna kandungan dari doa ini. Di awal doa tersebut, kita memohon kepada Allah. Agar diberi keberkahan atas rezeki makanan yang telah diberikan oleh-Nya.
1. Bacaan “Allaahumma baarik lana fiima razaqtana…”
Sebagaimana kita baca, “Allaahumma baarik lana fiima razaqtana…” (اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا) yang artinya “Ya Allah, berkahilah untukku dalam apa yang Engkau rezekikan kepadaku”.
Apa makna dari doa di atas?
Kalimat di atas mengandung makna bahwa orang yang membaca doa ini akan diingatkan pada arti pentingnya keberkahan, diajak untuk mencari dan mengejar keberkahan.
Sungguh, betapa banyak orang tidak mengerti, tapi ia tidak menyadarinya atau enggan mengingatnya. Dengan berdoa meminta keberkahan, berarti kita merupakan orang yang tahu, ingat, dan berkeinginan untuk meraih keberkahan. Ini adalah modal dasar untuk memperoleh keberkahan.
Bagaimanakah keberkahan makanan itu didapat?
Ketika lisan Anda mengucapkan doa sebelum makan ini dan Anda pun mengerti maknannya. Maka otomatis Anda akan disadarkan pada makna keberkahan makanan yang ada di hadapan Anda.
Keberkahan makanan itu terkait dengan tiga hal, yaitu:
- Sumber makanan
- Cara memakannya
- Pentasarrufan makanan
a. Sumber Makanan
Anda akan dihadapkan pada pertanyaan apakah makanan yang diperoleh berasal dengan cara yang halal? Jika yang Anda makan adalah sesuatu yang haram, patutkah Anda meminta keberkahan dari makanan Anda itu.
Mungkinkah sesuatu yang haram bisa menghasilkan keberkahan? Sungguh, itu tidak mungkin. Tidaklah daging yang terbuat dari hal yang haram, kecuali ia akan membuahkan perbuatan yang haram pula. Kalau demikian, berarti orang yang membaca doa ini makanannya haruslah halal terlebih dahulu.
b. Cara Memakannya
Kedua, setelah yakin bahwa makanan yang ada di hadapan kita itu benar-benar halal, maka untuk memperoleh keberkahan kita harus pula menjaga etika makan. Mengapa perlu menjaga cara memakan? Karena, jika kita makan tanpa aturan, maka yang didapat bukannya keberkahan, tapi malah menimbulkan bahaya dan penyakit.
Maka, orang yang membaca doa sebelum makan akan terdorong untuk makan dengan tenang. Makan dengan tangan kanan, tidak tergesa-gesa ketika makan, tidak berlebihan atau terlalu kenyang, tidak memubazirkan makanan, dan tidak rakus dengan makanan.
c. Pentasarrufan makanan
Usaha untuk meraih keberkahan tidak berhenti sampai di sini. Masih ada tugas penting lain yang harus dilakukan. Yaitu mentasarruf-kan nikmat makanan yang telah menjadi tenaga dan kekuatan itu untuk digunakan berbuat kebaikan dan amal ketaatan.
Maka, orang yang telah membaca doa sebelum makan, ia akan termotivasi kuat untuk melakukan amal kebaikan sehingga hidupnya akan dipenuhi keberkahan dari Allah.
Kita makan bukan sekedar mengobati rasa lapar dan memenuhi selera semata, tapi juga untuk menjaga ketaatan kepada Allah. Dengan makan, kita berharap bisa konsisten dalam ketakwaan.
Inilah pesan yang hendak disampaikan melalui doa minta keberkahan di atas. Jadi, yang dikehendaki bukan hanya sekedar doa meminta keberkahan saja, namun ia menyimpan sebuah anjuran dan motivasi agar kita benar-benar mengupayakan dan merealisasikan keberkahan makanan itu.
2. Bacaan “…Waqinaa ‘adzaa bannar”
Kemudian, di akhir doa ini kita membaca “…Waqinaa ‘adzaa bannar” (عَذَابَ النَّارِ) memohon perlindungan kepada Allah agar dipelihara dan dijauhkan dari siksa neraka.
Mengapa doa sebelum makan ada pemintaaan agar dijauhkan dari api neraka?
Sebab, siksa neraka itu erat kaitannya dengan makanan. Bukankah timbulnya suatu perbuatan itu karena kekuatan yang dihasilkan dari makanan yang diproses dalam tubuh kita.
Jika seseorang melakukan dosa atau kemaksiatan, maka sesungguhnya itu tidak jauh dari pengaruh makanan yang dikonsumsinya.
Rasullah bersabda:
“Setiap daging yang tumbuh dari barang yang haram, maka neraka lebih utama baginya.” (HR. Baihaqi).
Artinya, makanan yang haram itu akan mendorong kepada perilaku dan perbuatan yang haram juga, dan akhirnya menyebabkan kecelakaan yang bersifat abadi di akhirat nanti.
Sepotong daging dalam tubuh kita yang berasal dari makanan haram, tentu akan mendorong pada perilaku yang menggiring kita ke neraka.
3. Bacaan Bismillah
Setelah itu, baru kita membaca “bismillah” untuk mengawali makan kita. Dengan bacaan basmalah ini, kita akan terhindar dari gangguan dan keikutsertaan setan dalam proses makan kita, sebagaimana yang diterangkan dalam sebuah hadits.
“Dan, ketika ia tidak menyebut nama Allah saat makannya, setan berkata,”Kalian mendapatkan tempat menginap dan makan malam.” (HR.Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Apa makna keikutsertaan setan dalam makan kita?
Setan ikut serta dalam makan
Setan benar-benar ikut makan Bersama kita dalam makanan yang kita makan, sebagaimana dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad.
“Sesungguhnya setan bisa makan jika tidak disebut nama AllahSwt. Padanya (makanan itu). ”(HR.AHhmad, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i).
Dengan membuka peluang makan bagi setan, maka telah membuka jalan setan. Dengan memberi peluang makan bagi setan, maka berarti kita telah membuka jalan setan. Memberi kekuatan untuknya agar lebih kuat lagi dalam memperdaya dan mencelakakan kita.
Dengan demikian, setan akan lebih leluasa, lebih giat, dan lebih tangguh dalam menggoda kita sehingga setan betah tinggal di hati kita. Dan, bukannya tidak mungkin, hati kita akan menjadi sarang yang kuat bagi setan.
Ingatlah bahwa setan itu menggoda manusia lewat perjalanan darahnya.
“Sesungguhnya, setan itu berjalan dalam tubuh manusia mengikuti jalan peredaran darahnya.” (HR.Ahmad, Bukhari, dan Muslim).
Sesungguhnya, hati itu dibina dengan apa yang dimakan. Kalau zat-zat makanan yang masuk ke dalam tubuh membentuk hati kita itu bersih dan disinari cahaya Illahi, maka hati kita juga akan bersih dan bersinar.
Sebaliknya, kalua zat-zat makanan yang masuk ke dalam tubuh dan membentuk hati kita itu kotor dan berpenyakit, maka hati kita pun juga ikut kotor, berpenyakit, dan gelap.
Inilah pentingnya bacaan bismillaah saat makan. Disamping menghalang setan untuk bisa turut makan, juga untuk menghasilkan keberkahan makanan yang kita makan. Karena itu, kita tetap dianjurkan membaca doa bismillah ini di tengah-tengah makan, saat kita terlupa membacanya di awalnya.
Diriwayatkan dari Aisyah Ra. Bahwasannya Nabi Muhammad bersabda:
”Jika salah seorang dari kalian makan makanan, hendaklah ia menyebut nama Allah. Jika ia lupa menyebut nama Allah di awalnya, maka hendaklah ia mengucapkan”
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah di awalnya dan akhirnya.” (HR.Abu Dawud, Tirmidzi, dan Hakim).
Demikian ulasan tentang doa sebelum makan yang memiliki keutamaan untuk mendapatkan keberkahan dan dijauhkan dari siksa api neraka. Semoga senantiasa Allah melimpahkan keberkahan pada makanan yang kita makan. Aamin.
Di dalam Al-Quran ada yang namanya Surat Al-Lahab. Surat ini termasuk bagian dari surat di juz 30. Dikenal dengan surat-surat pendek untuk yang juz 30 tersebut. Surat Al-Lahab adalah salah satu surat pendek dalam Al-Qur'an yang terdiri dari lima ayat. Biasa kita mendengar surat tersebut dibaca saat imam memimpin sholat berjamaah. Sebelum membacanya kita sebaiknya belajar dulu hukum tajwidnya.
Ada banyak manfaat kita belajar tajwid Surat Al-Lahab. Surat ini memiliki makna yang dalam dan penting dalam sejarah Islam. Hal itu dikarena menceritakan tentang Abu Lahab. Salah satu tokoh yang amat memusui baginda Rasulullah SAW. Mengingat pentingnya surat ini. Seyogyanya kita bisa membaca Surat Al-Lahab dengan tajwid yang benar menjadi hal yang sangat dianjurkan.

Berikut adalah beberapa manfaat belajar tajwid khusus untuk Surat Al-Lahab:
1. Membaca dengan Benar dan Fasih
Belajar tajwid membantu seseorang membaca Surat Al-Lahab dengan benar dan fasih. Setiap huruf dalam Al-Qur'an memiliki cara pengucapan yang spesifik, dan belajar tajwid memastikan bahwa kita mengucapkannya dengan benar. Dengan tajwid yang benar, bacaan kita menjadi sesuai dengan cara yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
2. Memahami Makna yang Tepat
Pengucapan yang benar adalah kunci untuk memahami makna yang tepat dari ayat-ayat Al-Qur'an. Kesalahan dalam tajwid dapat mengubah arti dari kata-kata dalam surat tersebut. Surat Al-Lahab, yang berisi peringatan keras bagi Abu Lahab, harus dibaca dengan tajwid yang benar agar pesan yang disampaikan tetap sesuai dengan makna aslinya.
3. Meningkatkan Tingkat Kekhusyukan dalam Shalat
Surat Al-Lahab sering dibaca dalam shalat, terutama shalat wajib. Membaca surat ini dengan tajwid yang benar dapat meningkatkan kekhusyukan dalam shalat. Ketika bacaan kita indah dan sesuai dengan aturan tajwid. Kita dapat lebih fokus dan tenang dalam beribadah, sehingga shalat kita menjadi lebih bermakna.
4. Mendapat Pahala Lebih
Rasulullah SAW menyatakan bahwa setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an mendapatkan sepuluh kebaikan. Dengan membaca Surat Al-Lahab dengan tajwid yang benar, kita tidak hanya memastikan bahwa setiap huruf dibaca dengan tepat, tetapi juga menunjukkan usaha dan penghormatan kita terhadap firman Allah. Ini dapat meningkatkan pahala yang kita peroleh.
5. Memperkuat Hubungan dengan Al-Qur'an
Belajar tajwid meningkatkan interaksi kita dengan Al-Qur'an. Surat Al-Lahab, dengan kandungannya yang mengingatkan tentang akibat dari menentang Allah dan Rasul-Nya, menjadi lebih bermakna ketika dibaca dengan benar. Ini membantu memperkuat hubungan kita dengan Al-Qur'an dan meningkatkan kecintaan serta penghormatan kita terhadap kitab suci ini.
6. Melestarikan Warisan Rasulullah SAW
Belajar dan menerapkan tajwid adalah salah satu cara untuk melestarikan warisan Rasulullah SAW. Beliau mengajarkan cara membaca Al-Qur'an dengan benar kepada para sahabat, yang kemudian meneruskan ajaran tersebut kepada generasi berikutnya. Dengan mempelajari tajwid, kita ikut menjaga tradisi mulia ini dan memastikan bahwa bacaan Al-Qur'an tetap terjaga keasliannya.
7. Membantu Menghafal dengan Lebih Baik
Bagi mereka yang berusaha menghafal Al-Qur'an, belajar tajwid sangat membantu. Menghafal dengan tajwid yang benar memperkuat ingatan dan memastikan bahwa hafalan dilakukan dengan cara yang benar. Surat Al-Lahab yang pendek dapat menjadi latihan yang baik untuk memulai menghafal dengan tajwid yang benar.
8. Meningkatkan Rasa Hormat terhadap Firman Allah
Dengan memahami dan menerapkan tajwid, kita menunjukkan rasa hormat kita terhadap firman Allah. Membaca Surat Al-Lahab dengan tajwid yang benar menunjukkan kesungguhan kita dalam menghormati dan memuliakan Al-Qur'an, serta meningkatkan kualitas ibadah kita secara keseluruhan.
Cara Belajar Tajwid Surat Al-Lahab
Untuk mendapatkan manfaat-manfaat di atas, berikut beberapa langkah yang bisa diambil dalam belajar tajwid Surat Al-Lahab:
Mengikuti Kursus atau Kelas Tajwid: Bergabung dengan kelas atau kursus tajwid di masjid atau lembaga pendidikan Islam.
Menggunakan Media Online: Banyak sumber daya online yang menawarkan tutorial tajwid, baik dalam bentuk video, artikel, maupun aplikasi.
Latihan Rutin: Praktikkan bacaan Surat Al-Lahab secara rutin, dengan memperhatikan setiap aturan tajwid yang telah dipelajari.
Bimbingan Guru: Mencari bimbingan dari guru atau ustadz yang berpengalaman dalam tajwid untuk memastikan bahwa bacaan sudah benar.
Belajar tajwid dalam membaca Surat Al-Lahab memiliki banyak manfaat yang signifikan, baik secara spiritual maupun praktis. Dengan membaca Al-Qur'an sesuai dengan aturan tajwid, kita tidak hanya menghormati firman Allah dengan cara yang tepat, tetapi juga mendapatkan pahala, meningkatkan kekhusyukan dalam ibadah, dan memperdalam pemahaman serta penghayatan kita terhadap ajaran Islam. Mari kita terus belajar dan mengamalkan tajwid, demi kebaikan kita di dunia dan akhirat.
Assalaamualaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh. Kami hadir lagi teman-teman. Setelah sempat beristirahat beberapa waktu yang lalu. Kami ingin eksis lagi untuk hadir di blog ini. Untuk mulai lagi menuliskan beberapa hal yang bermanfaat untuk kehidupan kita semua. Banyak yang mungkin telah menanti-nanti tulisan kami.
Kita akan menuliskan analisa dari hukum tajwid Surat Al-Qariah. Dari ayat 1 sampai yang terakhir yakni ayat yang ke-11. Semuanya akan diulas secara seksama. Harapannya akan memberikan banyak manfaat buat teman-teman pembaca. Tidak banyak waktu yang kita butuhkan untuk membaca analisanya.
Baiknya teman-teman langsung saja memulainya. Memulai kebaikan dengan membaca tulisan hukum tajwid Surat Al-Qariah ini.

Keterangan lengkapnya yakni:
1. اَلْقَارِ = mad asli atau mad thabi’i karena huruf qaf berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
2. مَا الْقَارِ = mad asli atau mad thabi’i karena huruf qaf berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
3. وَمَاۤ اَدْر = Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
4. اَدْرٰىكَ = Mad asli karena huruf ra berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
5. يَوْمَ = Mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf ya berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
6. يَكُوْنُ = Mad asli karena huruf kaf berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
7. النَّاسُ = Ada dua hukum di sini, pertama, mad asli karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. Kedua, ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
8. الْمَبْثُوْثِۙ = Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.
9. وَتَكُوْنُ = Mad asli karena huruf kaf berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
10. الْجِبَالُ = Mad asli karena huruf ba berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
11. الْمَنْفُوْشِ = Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf fa'. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun sukun, posisi lidah dan bibir mesti dipersiapkan menempati huruf fa'.
12. فَاَمَّا = ghunnah sebab mim bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
13. مَنْ ثَقُلَتْ = Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf tsa. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf tsa.
14. مَوَازِيْنُهٗ = Mad asli karena huruf zai berharakat kasrah bertemu ya' sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
15. فِيْ = Mad asli karena huruf fa' berharakat kasrah bertemu ya' sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
16. عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍ = Idgham bilaghunnah karena huruf ta' berharakat kasrah tanwin bertemu huruf ra tasydid. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.
17. مَنْ خَفَّتْ = Idzhar sebab huruf nun sukun bertemu huruf kha. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
18. مَوَازِيْنُهٗۙ = Mad asli karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
19. فَاُمُّهٗ = Mad shilah qashirah sebab huruf ha (kata ganti) bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang 2 harakat.
20. هَاوِيَةٌ = Mad asli karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
21. وَمَاۤ اَدْرٰ = Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
22. وَمَاۤ اَدْرٰ = Qalqalah sughra karena huruf qalqalah dal berharakat sukun dan posisinya ada di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
23. مَا هِيَهْ = Mad asli karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
24. نَار = mad asli karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
25. نَارٌ حَامِيَةٌ = idzhar sebab huruf ra berharakat dhamah tanwin bertemu huruf ha'. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
Selesailah sudah kita membahas analisis tajwidnya. Tidak sulit kita belajar mengenai analisis tajwid dari ayat Al-Quran. Asalkan kita memang mau untuk melakukannya. Demikian semoga bermanfaat untuk teman-teman semuanya.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kabar baik hari ini teman-teman? Iya, kan? Smoga pula sukses selalu menyertai aktivitas teman-teman sekalian. Bagaimana pun kita selalu berharap untuk bahagia, sukses, dan selamat di dunia dan di akhirat. Kali ini saya mau bahas tentang malas. Saya yakin kata malas ini sudah tidak asing lagi di indera dengar kita. Betapa banyak orang yang melafazhkan kata tersebut.
Umumnya, kata "malas" dipakai sebagai alasan untuk mereka yang enggan melakukan tugas atau pekerjaannya. Meski itu adalah kewajibannya. Seringkali kita mendengar jawaban malas jika seorang diminta oleh orang tua atau pemimpin sebuah perusahaan untuk mengerjakan sesuatu.
Jawaban malas memang singkat. Mudah diucapkan namun dampaknya sangat buruk. Amat mengganggu profesionalitas kita yang bekerja di dalam bidang apa pun. Baik itu seorang yang di level bawah maupun yang berada di top atau level atas.
Kita sebagai seorang muslim tentu bertekad untuk menghindari dan menjauhi malas ini. Kalau kita malas beribadah maka kita kehilangan kesempatan meraih pahala yang melimpah. Padahal, beribadah caranya sangat mudah dan tidak perlu bersusah payah.
Doa berlindung dari malas menjadi langkah tepat untuk selalu dibaca. Umumnya, jika malas untuk bekerja atau berdagang, maka kita sulit menjadi orang yang memiliki rezeki yang mencukupi. Seorang yang malas belajar maka ia akan kesulitan untuk menjadi orang yang berilmu atau cerdas. Maka malas menjadi sesuatu yang mesti dijauhi.
Agar kita jauh dari malas atau kemalasan. Kita perlu sekali untuk membaca doa berlindung dari malas secara berkali kali. Akan semakin baik jika itu kita rutinkan. Ada dua macam doa yang kiranya bisa kita baca.

Latinnya :
ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL ‘AJZI, WAL KASALI, WAL JUBNI, WAL HARAMI, WAL BUKHLI. WA A’UUDZU BIKA MIN ‘ADZABIL QOBRI WA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT.
Artinya :
" Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian."
atau bisa pula dengan membaca doa berlindung dari malas yang kedua, yaitu :

Latinnya :
ALLAHUMMA INNI A’UUDZU BIKA MINAL HAMMI WAL HAZANI, WA A’UDZUBIKA MINAL ‘AJZI WAL KASALI.
Artinya :
" Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu daripada keluh kesah dan duka cita, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan malas."
Doa tersebut amat pendek dan ringkas. Sangat mudah untuk dihafal. Selain berdoa, penting juga kita mencari motivator yang mendorong kita untuk selalu bersemangat dalam berbagai hal kebaikan. Tidak harus dengan mengeluarkan uang yang banyak atau mahal.
Kita cukup banyak membaca tulisan sang motivator yang kini dengan mudah bisa kita temukan. Di internet ada. Melalui buku-buku di perpustakaan juga bisa kita temukan.



