Terlepas dari ukuran Antwerp, Belgia yang kecil, kota di Belgia ini kaya akan kreativitas – mulai dari master Flemish sampai perancang busana eksperimental serta sekitar 20. 000 pekerjaan yang diciptakan oleh industri yang tumbuh. Tunjangan tunai, potensi pengakuan global, serta Departemen Fashion yang populer di Royal Academy of Fine Arts Antwerp sudah menyokong menjadikan negeri ini sebagai inkubator bakat, menarik atensi dari ibu kota fashion mapan di Paris serta London terdekat. Bahkan banyak website fashion yang selalu membagikan kisah mereka.
Berikut ini beberapa perancang busana terbaik di negeri Belgia.
1. Raf Simons
Raf Simons terlatih dalam desain industri, serta populer dengan pengaruh gado - gadonya yang disatukan buat menghasilkan visi yang ramping. Semenjak bergeser dari furnitur ke desain fesyen, Simons sudah mengumpulkan pengikut kultus yang berduyun - duyun ke rumah mana juga yang ia pimpin, yang tertarik pada kepekaan jalanan tetapi artistik serta brikolase rujukan. Pengangkatannya yang populer termasuk Jil Sander, Dior, Calvin Klein serta Prada.
2. Martin Margiela
Martin Margiela lulus dari lembaga dongeng Antwerp yang sama – Royal Academy of Fine Arts – selaku Antwerp Six, kelompok desainer berpengaruh dari angkatan 1980. Tetapi tidak seperti kelompok itu, dia tidak membuat schlep ke London yang dibangun untuk karir mereka – kebalikannya dia direkrut oleh Jean Paul Gaultier di Paris. Perancangnya sangat popular dan sukar dipahami dikarenakan hanya segelintir gambar yang ada serta ia tidak memberikan penjelasan dalam karyanya. Sedangkan itu, dia pensiun dari rumah senama di puncak ketenarannya pada tahun 2008, namun senantiasa jadi kekuatan yang kokoh yang diselimuti oleh cerita rakyat fashion.
3. Anthony Vaccarello
Siluet menggoda Italia Anthony Vaccarello serta daya tarik seks jadul membagikan nada dramatis yang menuju ke posisi dengan pembangkit tenaga listrik Italia, tercantum Fendi serta Versus Versace. Kombinasi kiasan disko, penjahitan tajam serta rujukan retro jadi karakteristik karyanya selaku Direktur Kreatif Saint Laurent. Sepatu bot bertatahkan kristal Swarovski yang dikenakan oleh Rihanna serta Cardi B melanjutkan warisannya selaku ahli berpakaian modern. Ia menemukan persetujuan karpet merah dari ikon Hollywood semacam Jennifer Lopez.
4. Olivier Theyskens
Olivier Theyskens memutuskan untuk jadi couturier pada umur 7 tahun – serta visi tunggal ini bersinambung selama karirnya, yang mencakup memegang jabatan di rumah - rumah bergengsi semacam Nina Ricci serta Rochas. Theyskens meluncurkan merk eponimnya pada 1990- an, merangkum romantisme gelap pada era itu, serta sudah menghasilkan kostum buat band alt- rock grunge, Smashing Pumpkins.
5. Kris Van Assche
Alumni lain dari Royal Academy of Fine Arts yang bergengsi, Kris Van Assche dikenal sebab mengasimilasi kiasan perkotaan ke dalam kode rumah label peninggalan semacam Dior Homme serta Saint Laurent di bawah Hedi Slimane. Membawa streetwear ke rumah fashion bertingkat menimbulkan kampanye dengan musisi hype semacam A$AP Rocky, Oliver Sim dari The xx serta Travis Scott. Pada tahun 2015, dia menempatkan merk eponimnya buat fokus cuma pada Berluti, di mana dia merupakan Direktur Kreatif.
