Ngewe dengan pasien sendiri sudah belasan th selagi aku lakukan praktik di suatu kawasan yang tersedia di ibu kota, jumlahku cukup segudang dan rata-rata berasal dari kelas mnengah ke bawah. tinggal tangga, gara-gara aku sahih-sahih menginginkan kepuasan bersama dengan kehidupanku , bila aku memilikinya kelak, dan kebahagiaan bisa dicapai bersama dengan enteng bila kantongku tebal, simpananku di bank dan rumahku besar.

 


adalah bintang kedokteran yang cemerlang di bumi pertiwi, tidak cuman ketenaran, kekayaan yang muncul dari Baby Benz, Toyota Land Cruiser, Pondok Latif, Permata Hijau, Bukit Sentul, dll.

 

Bersama pekerjaanku yang melayani penduduk kelas bawah, yang membutuhkan pelayanan kebugaran yang terjangkau, aku meraih kepuasan secara batiniah, karena aku mampu melayani sesama dengan baik.

Sebuah malam hari, aku diminta mengunjungi pasien yang tengah sakit parah di rumahnya. Layaknya, aku mengunjunginya sebelum aku menutup praktek terhadap lebih dari setengah sepuluh malam. si ibu bisa menanggulangi
penyakit ringannya. , dan aku pun mendukung keluarga ibu untuk mengungsi ke atas , gara-gara kebetulan tempat tinggal petaknya terdiri dari 2 lantai dan di lantai atas tersedia kamar kecil satu-satunya area anak gadis si ibu tinggal.

Gara-gara tidak mungkin tersedia untuk, maka si Ibu menawarkan aku untuk pulang hingga air surut.

"Pak dokter, maaf ya, kita tidak mampu menyuguhkan apa, sedikitnya seluruh perabotan dapur terendam di bawah", katanya bersama dengan nada yang begitu merdu, walaupun di luar terlihat pemandangan hujan masih mendayu
dayu .

Dan untuk melewati saat, saya bertanya-tanya mereka, yang ternyata bernama Sri.
Ternyata Sri janda tanpa anak, meninggal karena kecelakaan di bahari 2 tahun lalu. yang lama
dia untuk tidur saja, dan karena sempitnya kamar ini, saya terpaksa duduk di Sri yang mulai merebahkan diri.

tampak rambut Sri yang panjang terburai di atas bantal. Dadanya yang membusung tampak bergerak naik turun bersama secara teratur mengiringi nafasnya. Pinggangnya yang lebih menonjolkan buah-buahan yang tampak menantang. Aku coba merebahkan diri di sampingnya dan ternyata Sri terus lelap di dalam tidurnya.

Cerita sex aku dengan pasien saya sendiri

Pikiranku menerawang, yang juga memiliki buah montok, yang dulu aku tiduri malam minggu lalu, saat aku melepaskan lelah di panti pijat tradisional yang terdapat di kawasan aku berpraktek di bawah harapanku. tegak, dikarenakan burungku masih konsisten keras dan mengacung sebelum 'Selesai' bergumul bersama dengan Wati.memendam berahi di antara selangkanganku.

Aku mencoba meraba buah dada Sri yang begitu menantang, ternyata dia bukan menggunakan beha di bawah bajunya. Teraba meletakkan susunya yang mungil. kanan, ternyata Sri terus kiri.

Aku mulai merasakan aku mulai membesar dan agak menegang, menjadi permainan bibirku, putting susu Sri yang sebelah kiri, dan aku mulai sekadar buah dada Sri yang montok tersebut. Aku lumatkan bibirku ke keinginan, sambil menjulurkan lidahku ke di dalam. .

Setalah aku percaya Sri bukan akan berteriak, aku alihkan bibirku ke arah bawah, sambil mencoba menyibakkan roknya agar kami sanggup meraba kulit pahanya.dan selagi kilat di sana sekilas tampak pangkal paha Sri yang mulus, bersama dengan bulu yang tumbuh tinggi di antara pangkal pahanya tersebut
. mengeraskan, dan aku jilati sepuas hatiku hingga terasa terasa semakin terasa Sri menggerakkan bokongnya, tentu saja dia menghindari gejolak berahinya yang mulai terusik oleh jilatan lidahku tersebut.

 


Sri membiarkan aku bermain bersama suka, dan mencoba mulai mengakses kancing bajuku, lalu melepaskan ikat pinggangku dan mencoba melepaskan celanaku. Agaknya Sri mendapat sedikit kesulitan dikarenakan celanaku terlihat sempit dikarenakan aku yang semakin membesar dan semakin menegang.

 

Sambil konsisten menikmatinya, saya mendukung Sri melepaskan celana panjang dan celana dalamku sekaligus, supaya kini kita sudah bertelanjang bulat, kasus dengan di lantai kamar, sedangkan ibunya masih berada di atas area tidur.
Mata Sri tampak terbelalak waktu dia memandang ke arah bawah perutku, yang penuh ditumbuhi oleh rambutku yang pinggiran, dan batangku yang sudah membesar dan di dalam kondisi tegang, menjulang bersama dengan kepala yang membesar terhadap ujungnya dan tampak merah berkilat.

kutarik kepala sri supaya mendekat ke perilakuku, dan kusodorkan kepala ku ke arah yang mungil. Ternyata Sri bukan mengakses mengakses mulut dan mengulum kepala membicarakanku bersama lembutnya. Tangan kanannya mengelus batang stangku sedangkan tangan kirinya meremas buah musik ku. Aku memajukan bokongku dan batangku makin di dalam memasuki mulut Sri. Kedua ku sibuk meremas buah-buahan, lalu bokongnya dan juga pantatnya. Aku mainkan jariku di clitoris Sri, yang membuatnya menggelinjang, pas aku merasakan merasakan Sri mulai membasah, aku menyadari, telah dekat.

Kulepaskan videoku berasal dari kuluman bibir Sri, dan kudorong Sri sampai telentang. Rambut panjangnya lagi terburai di atas bantal. Sri mulai sedikit merenggangkan kedua pahanya, supaya aku gampang menempatkan diri di atas punggung, bersama dengan menekan kedua buah yang montok, bibir yang melumat, dan bagian bawah tubuhku di antara kedua pahanya yang semakin dilebarkan. Aku menurunkan bokongku, dan rasakan kepala bawahku menyentuh bulu Sri, lalu aku geserkan agak ke dan kini terasa kepala videoku berada di antara kedua bibir dan mulai menyentuh mulutmu.


Sesudah itu aku dorongkan batangku perlahan-huma liang sanggama Sri. Terasa agak seret majunya, sebab Sri sudah menjanda dua tahunan, dan agaknya belum merasakan batang tubuh laki-laki semenjak tersebut. Bersama dengan sabar aku majukan tetap batangku hingga kelanjutannya terputus oleh dasar musik Sri. Ternyata memadai besar dan panjang bagi Sri, tetapi ini semata-mata sebentar saja, gara-gara langsung Sri mulai sedikit menggerakkan bokongnya agar aku bisa mendorong batangku hingga habis, menghunjam ke di dalam liang video Sri.


Aku batang membiarkanku di didalam liang sri kurang lebih 20 detik, baru sehabis tersebut aku mulai menariknya perlahan-huma, hingga kira-kira setengahnya, lalu aku didorong bersama dengan lebih cepat hingga. Gerakan bokongku ternyata membangkitkan berahi Sri yang juga menimpali bersama dengan gerakan bokongnya maju dan mundur, kadangkala ke arah kiri dan kanan dan bergerak memutar, yang menyebabkan kepala dan batang perilakuku terasa di remas-remas oleh liang sri yang makin membasah.


Bukan terasa, Sri terdengar mendasah dasah, terbaur bersama dengusan nafasku yang ditimpali bersama dengan hawa nafsu yang semakin membubung. Untuk kali pertama aku menyetubuhi Sri, aku belum mengidamkan melaksanakan gaya yang barangkali akan mengakibatkan kaget, menjadi aku teruskan gerakan bokongku mengikuti irama bersetubuh yang tradisional, tapi ini juga menghasilkan hasil yang amat benar-benar mengasyikkan. 40 menit lantas, disertai bersama jeritan kecil Sri, aku hunjamkan semua batangku didalam, kutekan dasar video Sri dan seketika sesudah itu, terasa kepala gangguanku menggangguk-angguk di didalam kesempitan liang sudah Sri dan memancarkan air maniku yang berlangsung lebih berasal dari satu minggu .


Terasa badan Sri melamas, dan aku biarkan berat badanku tergolek di atas buah mendekat yang montok Batangku mulai melemas, tapi masih besar, dan kubiarkan tergoler di jepitan liang telinganya,
“Sri, menerima kasih, menerima kasih..”