Ruki,seorang anak yang sangat manis dan menggemaskan untuk ukuran anak laki-laki. Tak heran jika banyak yang ingn menjadikan ruki sebagai kekasihnya. Setiap tahun selalu saja ada yang mengungkapkan perasaan kepadanya. Namun,bersiap-siaplah untuk patah hati. Karena ruki sudah menemukan tambatan hatinya.
Reita,seorang anak laki-laki yang tampan,tinggi dan memiliki bentuk tubuh yang kekar. Sangatlah cocok berdampingan dengan seorang ruki yang bertubuh keclil dan manis. Mereka benar-benar dilahirkan untuk berdampingan,membuat semua yang melihat iri.
Saat istirahat sekolah,seperti biasanya ruki bersenda gurau dengan teman-temannya. Menikmati bekal makan siang dan cuaca cerah yang dapat dirasakan dari dalam kelas. Senyum manis terus mengembang dibibir mungil ruki. Ruki memang dikenal dengan pribadi yang selalu riang.
Saat sedang menikmati waktu istirahatnya, reita sang kekasih datang ke kelasnya. Kelas ruki dan reita memang berbeda jadi tak jarang jika salah satu dari mereka akan datang.
"Ruki,kau dicari oleh reita.." teriak seorang anak teman kelas ruki, yang melihat reita diambang pintu kelas.
“sankyu shou.“ jawab ruki pada anak yang berteriak tadi sambil melangkahkan kakinya menuju pintu kelas.
“ada apa rei?tumben diem di pintu?“
“ada yang ingin kubicarakan denganmu“ kata reita dengan wajah serius.
Ruki yang kaget dengan sikap reita yang tak biasa akhirnya kehilangan senyumnya.
"ru,maaf...aku tidak bisa meneruskan hubungan kita " kata reita dengan wajah tertunduk
"eh?"
"aku harus pergi,maaf." reita pun menundukkan tubuhnya tanda menyesal dan pergi meninggalkan ruki.
Belum jauh reita pergi,ruki menahan tangannya. Ada seribu pertanyaan untuk reita. Kenapa ia mendadak seperti ini? Ruki merasa hubungannya dengan reita selama ini tidak ada masalah,sangat baik malah. Kemarin saja mereka baru kencan, lalu kenapa reita mendadak memutuskannya begini.
"kenapa rei?"
"maaf.."
"apa ada yang salah denganku?"
reita menggelengkan kepalanya pelan
"apa ada orang lain rei?" ruki semakin tak kuasa menahan air matanya, matanya sudah sangat panas dan memerah.
Jawaban dari reita masih saja sama, tidak mengeluarkan kata dan hanya menggelengkan kepalanya.
"LALU KENAPA REII?" ruki sedikit berteriak.
"maaf ru,aku harus pergi..lepaskan aku.."
"tidak..aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau beritahu aku alasannya rei"
Reita memandang ruki sendu,wajah ruki yang sekarang berantakan dengan air mata ini adalah salahnya.
"baiklah, aku akan mengatakan alasan kenapa aku harus pergi.."
Reita kembali memandang mata ruki,wajahnya bertambah serius saat ini.
"ruki, aku haus pergi karena...
aku harus membantu naruto mencari sasuke..."
Owariiii~~
Reita,seorang anak laki-laki yang tampan,tinggi dan memiliki bentuk tubuh yang kekar. Sangatlah cocok berdampingan dengan seorang ruki yang bertubuh keclil dan manis. Mereka benar-benar dilahirkan untuk berdampingan,membuat semua yang melihat iri.
Saat istirahat sekolah,seperti biasanya ruki bersenda gurau dengan teman-temannya. Menikmati bekal makan siang dan cuaca cerah yang dapat dirasakan dari dalam kelas. Senyum manis terus mengembang dibibir mungil ruki. Ruki memang dikenal dengan pribadi yang selalu riang.
Saat sedang menikmati waktu istirahatnya, reita sang kekasih datang ke kelasnya. Kelas ruki dan reita memang berbeda jadi tak jarang jika salah satu dari mereka akan datang.
"Ruki,kau dicari oleh reita.." teriak seorang anak teman kelas ruki, yang melihat reita diambang pintu kelas.
“sankyu shou.“ jawab ruki pada anak yang berteriak tadi sambil melangkahkan kakinya menuju pintu kelas.
“ada apa rei?tumben diem di pintu?“
“ada yang ingin kubicarakan denganmu“ kata reita dengan wajah serius.
Ruki yang kaget dengan sikap reita yang tak biasa akhirnya kehilangan senyumnya.
"ru,maaf...aku tidak bisa meneruskan hubungan kita " kata reita dengan wajah tertunduk
"eh?"
"aku harus pergi,maaf." reita pun menundukkan tubuhnya tanda menyesal dan pergi meninggalkan ruki.
Belum jauh reita pergi,ruki menahan tangannya. Ada seribu pertanyaan untuk reita. Kenapa ia mendadak seperti ini? Ruki merasa hubungannya dengan reita selama ini tidak ada masalah,sangat baik malah. Kemarin saja mereka baru kencan, lalu kenapa reita mendadak memutuskannya begini.
"kenapa rei?"
"maaf.."
"apa ada yang salah denganku?"
reita menggelengkan kepalanya pelan
"apa ada orang lain rei?" ruki semakin tak kuasa menahan air matanya, matanya sudah sangat panas dan memerah.
Jawaban dari reita masih saja sama, tidak mengeluarkan kata dan hanya menggelengkan kepalanya.
"LALU KENAPA REII?" ruki sedikit berteriak.
"maaf ru,aku harus pergi..lepaskan aku.."
"tidak..aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau beritahu aku alasannya rei"
Reita memandang ruki sendu,wajah ruki yang sekarang berantakan dengan air mata ini adalah salahnya.
"baiklah, aku akan mengatakan alasan kenapa aku harus pergi.."
Reita kembali memandang mata ruki,wajahnya bertambah serius saat ini.
"ruki, aku haus pergi karena...
aku harus membantu naruto mencari sasuke..."
Owariiii~~