Cara Merawat Aki Mobil Kering

テーマ:

aki kering

Aki merupakan bagian yang penting dari sebuah mobil. Tanpa aki, kendaraan tidak akan bisa bergerak. Aki bertanggung jawab terhadap arus listrik di dalam mobil. Aki bisa disebut juga sebagai sumber daya dari kendaraan. Penggantian aki memang tidak serutin ganti oli, karena aki hanya diganti ketika rusak saja. Inilah yang membuat sebagian besar orang melupakan perawatan untuk aki. Padahal kerusakan aki bisa berakibat fatal dan bahkan harus ganti yang baru. Harga aki sendiri juga tidak murah dan bisa berkisar ratusan ribu rupiah.

 

Aki terbagi menjadi dua yaitu aki basah dan aki kering. Aki basah memiliki ukuran yang jauh lebih besar dan masih membutuhkan cairan elektrolit yaitu air. Berbeda dengan aki basah yang harus diisi air, aki kering memiliki gel sebagai pengganti cairan tersebut. Tidak seperti air yang bisa menguap sehingga harus diisi ulang terus, gel ini lebih efisien. Gel pada aki kering lebih lama berkurang, membutuhkan waktu setidaknya 1 tahun untuk membuatnya berkurang. Ukurannya juga lebih kecil sehingga mudah untuk diletakkan daam mesin mobil tanpa menumpahkan cairannya. Tak heran jika aki kering memiliki harga yang lebih mahal dari pada aki basah. Tetapi kebanyakan pengendara mobil sekarang lebih memilih menggunakan aki kering.

 

Sebenarnya, jika dibandingkan dengan aki basah, aki kering lebih mudah dalam hal perawatan. Merawat aki kering tidak sesulit aki basah dan tidak perlu terlalu sering. Aki kering lebih awet dan lebih terhidar dari kerusakan pada kondisi normal. Tetapi kelemahan terburuk aki kering adalah mudah rusak pada suhu yang terlalu tinggi. Maka dari tiu perawatan masih tetap perlu dilakukan meski tidak sesering aki basah. Cara perawatannya juga sebenarnya tidak sulit, hanya membutuhkan ketelatenan. Kemudahan perawatan yang dimiliki aki kering ini lebih baik membuat pengendara lebih mau untuk lebih memperhatikan kondisi aki. Jika perawatan Anda tidak baik, Anda juga tidak bisa mengklaim asuransi mobil.

Berikut Cara Merawat Aki Mobil Kering yang Baik

  • Rajin membersihkan permukaan baterai
baterai aki kering

Permukaan baterai sering kali terkena debu yang bisa muncul dari luar mesin mobil. Debu ini bisa menempel dan tertimbun. Debu juga bisa masuk ke sela-sela bagian aki yang dalam merusak komponennya. Selain debu, masalah lain yang sering muncul adalah kerak di permukaannya. Baik debu dan kerak ini harus dibersihkan terutama di bagian katup aki. Katup aki berfungsi pada proses penguapan, katup ini akan terbuka pada saat-saat tertentu saja. Jika terlalu banyak kerak dan debu maka katub aki akan tersumbat. Salah satu dampak dari tersumbatnya katup aki adalah proses penguapan yang tidak sempurna dan terjadi pembengkakan di bagian samping aki. Tidak butuh waktu lama untuk aki benar-benar rusak pada kondisi seperti ini.

  • Kurangi beban listrik

Beban listrik yang terlalu berat bisa menyebabkan aki cepat habis dan rusak. Beban listrik bisa menjadi berat jika mobil menggunakan banyak tambahan seperti bagian audio atau lampu. Beban listrik yang terlalu berat membuat aki harus bekerja lebih keras dan menghasilkan aliran listrik yang lebih banyak. Jika beban berat ini terus menerus ditanggung, aki bisa mengalami kerusakan. Anda bisa mengganti aki dengan yang lebih sesuai jika ingin menambahkan aksesoris mobil atau beli minicon untuk menghemat bbm. Kinerja aki yang terlalu berat menyebabkan ccepatnya penguapan elektrolit. Ini adalah penyebab utama daya baterai menjadi lebih cepat habis.

  • Bersihkan terminal aki

Bagian terminal aki juga harus sering dibersihkan agar tidak menimbulkan kerak. Kotoran yang menumpuk pada bagian ini menyebabkan kerak. Kerak ini juga bisa disebabkan oleh proses penguapan elektrolit dan panas aki. Jika terus dibiarkan resistance pada terminal aki akan meningkat dan menyebabkan tegangan yang dihasilkan tidak maksimal. Anda bisa mengoleskan pelumas khusus di sekitar terminal aki untuk mencegah terjadinya kerak. Tetapi jika timbul kerak, cara paling mudah untuk mengatasinya adalah dengan menyiramkan air panas. Air panas juga bisa menghindarkan aki dari jamur.

  • Rutin memanasi mobil

Mesin mobil yang jarang dipanasi sangat mudah untuk merusak aki. Meski mobil tidak dinyalakan, selama aki terpasang tetap ada aliran listrik meskipun kecil. Maka dari itu penting untuk rajin memanasi mobil. Terutama ketika Anda jarang menggunakan mobil tersebut, justru mobil harus lebih sering dipanasi. Untuk mobil yang jarang digunakan sebaiknya panasi sekali setiap hari untuk menjaga aki tidak rusak. Tetapi jika Anda merasa malas untuk memanasinya, sebaiknya lepas kedua terminal aki. Jika Anda membiarkan aki terpasang tanpa memanasinya, aki tersebut bisa rusak. Kerusakan ini ditandai dengan mesin mobil yang tidak mau menyala atau mobil sering macet. Anda bahkan harus mengganti aki tersebut jika sudah benar-benar rusak.

  • Melakukan pengecekan braket aki

Braket aki harus rutin dicek terutama bagian bautnya untuk menghindari aki yang lepass. Braket merupakan pengikat beterai yang bertugas untuk menjaga aki agar tetap stabil di tempatnya. Jika braket ini melonggar aau malah lepas maka aki bisa mudah bergeser. Terutama ketika mobil sedang berjalan dan aki bergeser, bisa menimbulkan masalah. Aliran listrik bisa tidak stabil bahkan terputus sehingga mesin mobil juga rentan mati. Anda harus selalu melakukan pengecekan apakah braket terikat dengan kencang. Mungkin terdengar sederhana, tapi bagian braket ini memang sering mengendur ketika tidak diikat dengan kencang dan bisa membahayakan pengemudi. Sebaiknya lakukan pengecekan setelah Anda melalui jalanan yang berbatu atau medan yang sulit karena goncangan bisa menyebabkan braket yang mengendur.

  • Memastikan setiap komponen masih aman

Semua komponen dari aki berperan penting dalam kelancaran laju kendaraan. Maka dari itu setiap komponen harus dijaga dengan baik dan lakukan pengecekan secara rutin untuk melihat apakah ada kerusakan. Salah satu komponen yang harus dicek adalah komponen kiprok, yaitu yang bertanggung jawab dalam menyuplai listrik ke seluruh bagian kendaraan. Jika bagian ini rusak maka listrik tidak akan sampai ke setiap bagian dan sama saja aki tidak bekerja. Komponen bisa dikatakan terdiri dari altenator dan regulator. Komponen regulator berfungsi sebagai pengatur kestabilan arus pengisian energy listrik. Sedangkan komponen altenator yaitu komponen yang berfungsi mengubah putaran mesin menjadi lisrik. Komponen ini sangat penting dan kerusakan komponen juga bisa menyebabkan pengisian tidak sempurna.

  • Hindari jalan yang rusak

Mungkin Anda ragu dengan hubungan jalan rusak dan aki. Tetapi kenyataannya, jalanan yang rusak atau berlubang bisa menyebabkan mobil terus menerus terguncang. Guncangan yang terjadi menyebabkan aki ikut terguncang. Aki kering memang lebih tahan dari pada aki basah, tapi bukan berarti aman dari kerusakan. Guncangan yang terlalu sering dapat menyebabkan banyak kerusakan komponen. Maka dari itu, jalanan bergelombang atau berlubang bisa berbahaya untuk aki kering. Jika Anda ingin aki tetap awet, sebaiknya hindari jalanan yang rusak.